Terlalu!!! Pasien Kritis BPJS Ditelantarkan RSUD Cengkareng

oleh -292 views
JAKARTA, HR – Hampir sebagian pasien yang menggunakan kartu BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng merasa dianaktirikan pihak rumah sakit.
Pasalnya, warga yang menggunakan BPJS begitu kesulitan untuk mendapatkan layanan yang prima dari RSUD Cengkareng.
Salah satunya Sukasman, pasien BPJS yang diduga mengalami diagnosa penyumbatan di jantungnya dan mengalami kritis, tidak mendapat tindakan medis oleh RSUD Cengkareng.
Dirinya ditelantarkan oleh pihak rumah sakit hingga satu harian di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menunggu mendapatkan ruang Intensive Care Unit (ICU), diduga akibat si pasien mendaftar dengan BPJS.
“Suami saya sudah seharian di UGD tanpa ada kejelasan yang pasti. Kata petugas, ruangan icu bisa 1 atau 2 jam menunggu, sehari atau bahkan sampai 3 hari” terang istri pasien, Siska, menirukan ucap Dokter di RSUD Cengkareng, Minggu (12/6).
Dalam ruang IGD RSUD Cengkareng, lanjut Siska, bukan dirinya saja yang mendapatkan perlakuan yang sama tetapi beberapa pasien BPJS juga mengalami hal serupa.
“Pasien selain suami saya sudah 3 hari di IGD tidak ada ruang ICU atau rawat inap yang tersedia,” tutur Siska kepada Wartawan.
Setelah Siska merubah status Pasien BPJS menjadi Pasien Umum, barulah pihak RSUD Cengkareng langsung memberikan penanganan intensif dan memberikan saran/rujukan rumah sakit yang memiliki ruang ICU yang notabenenya rumah sakit tersebut ada yang bekerjasama dengan BPJS.
“Habis saya ajukan pasien umum, petugas memberikan nama RS Mitra Keluarga, RS Graha Kedoya, RS Hermina dan RS Royal Taruma yang memiliki ruang ICU,” ungkap Siska.
Siska merasa kecewa dengan pihak BPJS dan RSUD Cengkareng, dirinya menuturkan bahwa suaminya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah puluhan tahun bekerja dan gajinya pun tiap bulan dipotong untuk pembayaran Asuransi Kesehatan.
“Bagaimana dengan pasien yang butuh pertolongan cepat tapi tidak punya biaya, beginikah pelayanan rumah sakit,” kesalnya.
Dengan rasa kecewa, Siska kemudian membawa suaminya ke RS Mitra Keluarga tanpa memakai BPJS.
“Saya harap ada evaluasi kinerja di RSUD Cengkareng dan BPJS dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya kasus yang sama pernah terjadi di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Sehingga Komisioner Ombudsman Riau, Bambang Pratama turun tangan mempertanyakan komitmen seluruh rumah sakit di Kota Pekanbaru yang berafiliasi dengan BPJS Kesehatan terkait adanya laporan sulitnya pasien mendapatkan ruang perawatan khusus atau Intensive Care Unit (ICU). kornel

Tinggalkan Balasan