Sutrisno Oknum Perwira Polisi Tipu Gadis Hingga Jual Apartemen

oleh -184 views
JAKARTA, HR – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Sait dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mengahadapkan terdakwa Sutrisno kehadapan persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Supeno dengan anggota Majelis Hari Murti di Pengadilan Negeri jakarta Utara, Kamis (13/10/16).
Dina Susilowati dan Imam bersaksi.
Terdakwa Sutrisno oknum perwira Polri yang tugas di Polres Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini didakwa dengan Pasal 378, 372 KUHP karena telah memperdaya seorang gadis Dina Sosilowati lewat hubungan Medsos, hingga korban menjual apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang jumlah kerugian keseluruhannya Rp360 juta.
Menurut Dina Susilawati yang didengarkan ketrangannya dipersidangan mengatakan, bahwa awal perkenalannya dengan terdakwa Sutrisno dari Medsos. Perkenalan di medsos itu terdakwa mengaku sebagai Teddy Indra Wijaya pangkat perwira pada satuan Kopasus TNI AD di Jakarta.
Dari perkenalan itu, Dina menyukai dan mencintai terdakwa yang dilihatnya gagah dan ganteng berpakaian Dinas TNI AD. Tidak berapa lama kemudian dari perkenalan itu terdakwa sudah berani mengajukan pinjam uang senilai Rp150 juta. Pinjaman itu untuk membayar gaji karyawan perusahaan orang tuanya yang sedang dikelolanya mengalami gangguan.
Terdakwa Sutrisno

Bukan hanya uang saja yang diminta, terdakwa juga minta agar Dina Sosilowati telanjang dalam pembicaraan video call. Karena rasa cintanya Dian pun memenuhinya.

Bahkan ketika ketua majelis Hakim Supeno bertanya terhadap Dian dan memberikan pertanyaan untuk dua pilihan yakni; pilih pria ganteng atau pria kaya? Yang dipilih korban adalah pria ganteng. Dengan alasan harta bisa dicari.
Karena terdakwa terus minta pinjam, tapi tidak pernah dikembalikan membuat Dian mulai curiga. Dan saat permintaan pinjaman tidak dipenuhi Dina maka keluarlah perkataan kotor dari mulut terdakwa.
“Dia mengkatai saya lonte. Saya pikir sangat tidak pantas seorang perwira yang berpendidikan tinggi berkata tidak sopan,” ucapnya.
“Terakhir saya harus menjual apartemen yang merupakan warisan dari bapa saya. Dan sekarang saya harus menyewa untuk tempat tinggal,” ucapnya. tom
Loading...


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan