SMK Prima Wisata Jakbar Adakan UKK

oleh -203 views
JAKARTA, HR – Sabtu (13/2), SMK Prima Wisata Kembangan Jakarta Barat melaksanakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) berlangsung selama dua hari. UKK diikuti oleh 297 siswa.
Tampak dalam gambar Kasie Pendidikan SMK Jakarta Barat II 
didampingi pengawas dan Kepala SMK Prima Wisara dan 
pihak hotel (atas). Siswa – siswi sedang melakukan UKK (bawah).
Kegiatan itu merupakan rangkaian dari ujian nasional dan ujian teori bagi siswa. Kegiatan yang diadakan di hotel Jayakarta dengan penguji external adalah dari pihak hotel Jayakarta dan penguji internal dari pihak sekolah.
Pengawas SMK Jakarta Barat II Drs H Kirom membuka kegiatan UKK di hotel Jayakarta. Sambutan pertama diawali oleh Kasie Pendidikan SMK Jakarta Barat II yang mewakili Kasudin berpesan agar para siswa mengikuti UKK dengan tertib.
”Ujian dasar kemampuan secara teori yang didapat di sekolah dapat dipraktekkan di sini, tunjukkan prestasi–prestasi kalian yang terbaik. Kemampuan atau skill untuk bersaing sangat dibutuhkan dalam dunia perhotelan. Karena salah satu ujian kalian adalah UKK. Bagaimana cara membersihkan kamar hotel terima tamu dan sebagainya. Tunjukkan bahwa kalian yang terbaik, jaga nama baik sekolah dan orang tua,” katanya.
Kepala Sekolah SMK Prima Wisata Najihun memberikan sambutan yang diawali dengan yel– yel ciri khas sekolah SMK Prima Wisata yang cukup memberi semangat para siswa siswi. 
”Rangkaian ujian dimulai dengan UKK praktek 70 persen dan 30 persen pada ujian nasional. Kalau menganggap UKK masih latihan, ujicoba adalah salah karena UKK nantinya diakumulasi dengan ujian nasional. Tunjukkan selama 3 tahun di sekolah raih nilai tinggi dan bikin orang tua bangga. Selama 8 tahun UKK dilakukan di hotel tidak pernah di sekolah, jadi tidak ada toleransi nilai. Dua hari adalah milik anda. Tunjukkan prestasi anda,” kata Najihun mengakhiri sambutannya.
Pengawas Pendidikan SMK Jakarta Barat II dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan UKK ini merupakan ujian kompetensi kompetensi keahlian yang dimulai pada bulan Februari. 
“Saya tekankan ujian nasional ada dua versi yaitu ujian berbasis komputer dan ujian berbasis test. SMK di Jakarta Barat yang baru mengikuti berbasis komputer baru 13 sekolah paling kecil se DKI, 9 SMK negeri dan 4 SMK swasta, saya mau kedepan harus lebih banyak lagi untuk mengikuti ujian berbasis computer,” ujarnya. jm

Tinggalkan Balasan