SD Kecamatan Cigedug Gelar Kegiatan Peningkatan Manajemen Pembelajaran Sekolah

GARUT, HR – Dalam rangka meningkatkan mutu manajemen pembelajaran pendidikan dan kinerja disiplin guru di sekolah, Sekolah Dasar di UPT Pendidikan Kecamatan Cigedug, Senin (11/9), menggelar berbagai kegiatan dalam peningkatan manajemen pembelajaran.
Para murid sholat duha sebelum belajar.
Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Kepala UPT Pendidikan Nomor 800/163 tentang Manajemen Pembelajaran dan Pembinaan Aparatur di Sekolah. Dimana setiap sekolah dasar harus melaksanakan kegiatan pra pembelajaran diluar kelas yang dilaksanakan sebelum pukul 07.30 WIB, yakni berupa kegiatan embun pagi. Surat edaran juga mewajibkan sekolah mengaktifkan ekstra kurikuler Pramuka sebagai bagian dari kurikulum sekolah pada setiap hari sabtu selama 120 menit dengan pendekatan model aktualisasi.
Selain itu, didalam pembelajaran kelas harus dibiasakan menyanyi agar suasana pembelajaran menyenangkan, dengan nyanyian lagu kebangsaan dan lagu sunda tradisional. Khusus hari jumat, setiap sekolah dihimbau untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran keagamaan sebagai penguatan pendidikan karakter, seperti hafalan qur’an, baca tulis qur’an, tilawah, qori’ah, shalawat, marawis, peragaan manasik, shalat duha berjamaah, sirah nabawiyah dan seni budaya keagamaan Islam lainnya sebagai perkenalan dan penanaman nilai-nilai spiritual keagamaan. Pada pagi hari jumatnya dihimbau untuk melaksanakan senam bersama guru dan siswa.
Adapun sekolah Dasar yang menggelar kegiatan tersebut diantarannya SDN 2 Sindangsari menggelar senam pagi bersama guru dan murid, jumat (15/9), dipimpin langsung kepala sekolah Hj. Yani Nuraeni, S.Pd, SDN 4 Sindangsari gelar kegiatan pembinaan kinerja oleh Pengawas SD sebagai tindak lanjut sidak pagi UPT Pendidikan, SDN 2, 3 dan 5 Cigedug gelar sholat duha berjamaah antara murid serta guru.
Para murid disuguhkan film dokumenter 
perjuangan guna pembentukan karakter.
Menurut Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Cigedug, Ma’mun Gunawan, bahwa surat edaran tersebut merupakan himbauan agar kepala sekolah memperhatikan pola pembelajaran dan kinerja guru. Pola pembelajaran harus berbasis penguatan pendidikan karakter dengan suasana kelas yang menyenangkan siswa, menyanyi adalah salah satu model yang bisa diterapkan agar siswa bisa menghayati nilai-nilai patriotism dan nilai kesundaan.
“Khusus hari jumat kami meminta agar sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran keagamaan. Termasuk kepala sekolah harus memperhatikan kinerja guru agar melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Cigedug yang juga Ketua K3S, Majid Hermawan mengakui jika sekarang Kepala Sekolah dan guru mulai berlomba datang sepagi mungkin ke sekolah sebelum pukul 07.30 WIB, malu kepada kepala UPT yang suka datang ke sekolah sebelum Pukul 07.00 WIB.
“Kami tidak keberatan melaksanakan himbauan kepala UPT, kami mendukung meskipun jujur kami merasa sempoyongan karena belum terbiasa dengan pola kinerja beliau. Tapi Insya Allah, kami para kepala sekolah sudah berkomitmen untuk mengikuti tauladan beliau. kami melaksanakan intruksi bukan karena takut dengan teguran, tapi karena kami sadar betul memang itu yang harus dilakukan sekolah,” ujar Majid. deni


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan