Rizal Ramli: Enggak Sepakat, Saya Kepret!

oleh -255 views
JAKARTA, HR – Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli sangat kesal menghadapi pengembang nakal terkait pulau reklamasi. Curhatan warga kepada Rizal dan Susi Pudjiastuti, di Pasar Ikan, Muara Angke, Jakarta, Rabu (4/5), membuat Sang Pembantu Presiden emosi hingga menggebrak meja.
(Ki-ka); Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menko Maritim 
dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri LHK Siti Nurbaya, 
dan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)
Rizal Ramli emosi ketika mendengar curhatan hati nelayan yang mengatakan tidak diperbolehkan melewati Pulau G oleh pihak keamanan PT Agung Wisesa, anak perusahaan Podomoro Group. Larangan tersebut menyulitkan nelayan karena harus mengambil jalur memutar.
“Bilang sama Podomoro, jangan ada yang sok jagoan disini,” teriak Rizal sembari menggebrak meja.
Selain itu, nelayan juga melapor sering diintimidasi oleh pihak pengembang, dan emosi Rizal pun makin meluap.
“Saya tidak peduli! Bilang sama saya, siapa yang mengancam nelayan, tunjuk mukanya sekarang!” tegasnya.
Peristiwa serupa terjadi saat Rizal Ramli meninjau Pulau D, Teluk Jakarta. Dirinya menegaskan bahwa semua pihak harus mengikuti perjanjian-perjanjian yang telah dicapai saat rapat di Kantor Menko Maritim beberapa waktu lalu. Jika tidak, Rizal akan mengeluarkan ‘jurus sakti’ miliknya.
“Tangan saya sudah gatal, siapa yang enggak sepakat, biar saya kepret,” tegas Rizal di tengah pulau C dan D, Rabu (4/5).
Dalam kunjungan tersebut Rizal didampingi Menteri KKP Susi Pudjiastusi, Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pihak pengembang PT KNI (anak usaha PT Agung Sedaya Group) Nono Sampono.
Untuk memastikan kesepakatan pengembang, Rizal kembali mengajukan pertanyaan. “Kami ingin bertanya, pengembang mau ikut aturan negara enggak? Saya mah orangnya gampang-gampang saja, tegas, mau ikut apa enggak, kalau enggak mau kan jadi jelas,” tegas Rizal Ramli.
“Pasti ikut, pengembang menghormati dan mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang moratorium,” janji Nono Sampono selaku perwakilan dari pihak pengembang. kornel

Tinggalkan Balasan