Plt Walikota Medan Buka Exposure Workshop Kebersihan Lingkungan

MEDAN, HR – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Syaiful Bahri Lubis mengapresiasi digelarnya Exposure Workshop bertajuk Mendorong Kelanjutan Peningkatan Akses Septic Tank Individual Menuju Pelayanan Sanitasi Terpadu Kota Medan di Arya Duta Hotel Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Selasa (22/9). 
Diharapkan workshop ini memberikan hasil positif dan mampu mengatasi pencemaran air limbah rumah tangga, sehingga menjadi lebih aman dan ramah lingkungan.
Workshop ini merupakan program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (Iuwash). Program ini masuk proyek lima tahun Iuwash dalam rangka mengembangkanm akses layanan air dan sanitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan Indonesia, termasuk Kota Medan. Proyek ini didanai oleh Badan Pembangunan International Amerika Serikat atau U.S Agency for International Development (USAID).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Medan. Dalam workshop seluruh peserta diberikan bimbingan dan pengetahuan terkait pembuatan septic tank sesuai standar pemerintah (SNI) yang mampu memproses buangan air limbah rumah tangga menjadi aman dan ramah lingkungan.
Menurut Hetty Tambunan selaku Behavior Change Communications/STBM Specialist Iuwash, Kota Medan saat ini tengah merancang pelayanan sanitasi terpadu, dimana ada namanya program layanan lumpur tinja terjadwal. Sementara Kota Medan punya pengolahan limbah terpusat hanya untuk 4 kecamatan.
Dengan program itu bilang Hetty, hanya bisa mencukupi hanya sekitar 4 persen dari seluruh area Kota Medan. Karena itu yang 96 persen lagi tergantung dengan sistem septic tank individual. 
Untuk itulah ungkap Hetty, Iuwash melakukan inisiasi dan pilot project dengan bekerja di 7 kelurahan di Kota Medan seperti di Belawan, Sicanang, Tegal Sari Mandala 3, Kota Bangun, Karang berombak, Kampung Baru dan Polonia. Di 7 kelurahan ini pihaknya melakukan pemicuan dan promosi, hasilnya masyarakat sadar septic tank yang dimiliki mencemari lingkungan. Masyarakat selanjutnya ingin memiliki septic tank yang benar-benar layak sesuai SNI.
Syaiful Bahri Lubis berharap, workshop ini dapat memberikan hasil positif sehingga dapat mendorong peningkatan akses septic tank individual menuju pelayanan Sanitasi Terpadu Kota Medan. Mantan Kepala bappeda Kota Medan ini berharap, masyarakat harus menggunakan septic tank, terutama septic tank yang sesuai dengan standar SNI.
Diingatkan Syaiful, tinja itu merupakan racun yang harus dibuang melalui septic tank agar tidak mencemari lingkungan. “Jika seluruh masyarakat menggunakan septic tank, Kota Medan ini akan lebih bersih ke depannya,” papar Syaiful. 
Workshop ini juga diisi dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta yang berasal dari 7 kelurahan. Dilanjutnkan dengan penyerahan maket kepada perwakilan dari PDAM Tirtanadi Medan, Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan, Kodim 0201/BS, Bappeda Kota Medan, serta P2KP. jhon girsang

Tinggalkan Balasan