Konflik LCS Memanas, Menhan Perkuat Natuna

oleh -242 views
NATUNA, HR – Total Luas Laut China Selatan (LCS) sekitar 3,5 juta kilometer persegi, dan terdiri dari 200 pulau, termasuk kepulauan Spartly dan Paracel yang disengketakan China dan oleh beberapa negara anggota Asean.
Menhan Ryamizard Ryacudu berkunjung  
ke Kabupaten Natuna, disambut Bupati
Natuna, Ilyas Sabli.
Perairan ini bisa dikatakan jalur perdagangan dunia strategis, karena nilai lintas perdagangan di jalur ini mencapai 5,3 Triliun Dollar/tahun.
Laut china selatan juga digadang-gadang memiliki cadangan sumber daya alam yang besar, salah satunya adalah cadangan minyak sebesar 30 Miliar metrik ton, dan gas sebesar 16 Triliun meter kubik gas. Kekayaan alam inilah yang memicu perebutan klaim wilayah atas Laut China Selatan oleh China dan beberapa negara Asean.
Bagaimana dengan Indonesia? Hingga saat ini NKRI tetap menjadi negara yang netral. Akan tetapi, letak geografis kepulauan Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan memang memberikan rasa kekhawatiran bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. Walaupun Indonesia tidak terlibat di dalam konflik, namun dampak rembesan dari konflik tersebut perlu diperhitungkan, agar kepulauan Natuna tetap aman.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Natuna belum lama ini, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan, akan menambah kekuatan di Natuna. Rencananya landasan pesawat milik Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Ranai akan dilakukan pelebaran dan penambahan panjang, serta dilengkapi dengan alat penangkis serangan udara. “Nantinya landasan tersebut dapat diterbangi oleh pesawat tempur F-16, bahkan dapat diterbangi oleh 2 pesawat sekaligus. Selain itu, sebanyak 2000 pasukan TNI juga akan diterjunkan ke Natuna untuk menjaga pulau terdepan Indonesia ini. Personel TNI itu berasal dari sejumlah pasukan elite di tubuh TNI, seperti Korps Pasukan Khas (Kopaskhas) TNI Angkatan Udara, Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Raider TNI Angkatan Darat,”jelas Menhan.
Bukan hanya berfokus pada sarana dan alutsista. Rencananya Menhan juga akan menggalakan program rakyat militan, guna mempersiapkan masyarakat untuk bisa membela bangsa dan negara dalam kondisi darurat.
Menurut Menhan, program ini diarahkan lebih kepada pemberian pembinaan dan perluasan wawasan masyarakat, khususnya mengenai perang, sehingga masyarakat dapat turut serta bersama dengan tentara untuk memperjuangkan bangsa dan negaranya.
Sementara itu, Bupati Natuna, Ilyas Sabli mengaku apresiatif dengan program tersebut. Karena selain masyarakat dapat memahami perang itu apa, diharapkan program tersebut juga bisa menjadi ajang untuk meningkatkan wawasan kebangsaan. Sehingga cinta tanah air benar-benar dapat melekat pada diri masyarakat. alfiana

Tinggalkan Balasan