Pesan Perdamaian Presiden Djuyoto Suntani dari Markas Tentara Diraja Malaysia

oleh -707 views

MALAYSIA, HR – Presiden the World Peace Committee 202 Countries HE Mr Djuyoto Suntani pada 16 Maret 2018 menghadiri peresmian Markas Besar Tentara Udara Diraja Malaysia di Sendayan, Begeri Sembilan, Malaysia. Peresmian dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia YM Tun Sri Mohd Nadjib dihadiri seluruh Menteri, Panglima Tentara Diraja Malaysia, Menteri Besar, para veteran dan semua unsur militer Malaysia.

Presiden Djuyoto Suntani sebagai Tokoh Paling Berpengaruh dan dihormati di seluruh dunia hadir bersama pengurus the World Peace Committee dari Malaysia dan Indonesia. Kehadiran Tokoh Perdamaian Dunia yang mengayomi umat manusia sedunia ini disambut hangat penuh hormat oleh para Petinggi Malaysia dan seluruh undangan.

Presiden Djuyoto Suntani serahkan buku kepada Menteri Pertahanan Malaysia Mr Hishamuddin Hussein.

Bertempat di Markas Besar Tentara Udara Diraja Malaysia, Presiden Djuyoto Suntani menyampaikan pesan sejuk perdamaian dunia. Ia memberikan apresiasi yang tinggi dan menghormati kemajuan teknologi dan Kehebatan Tentara Udara Diraja Malaysia. Dia terkesan dengan lokasi Sendayan Negeri Sembilan sehingga tertarik untuk menaruh Gong Perdamaian Dunia di Kawasan yang indah itu.

Menurut Presiden Djuyoto Suntani, tentara memiliki peran penting untuk menciptakan dan menjaga perdamaian dunia. Tentara merupakan garda terdepan untuk menciptakan dan menjaga perdamaian dunia. Karena itu di semua markas besar sudah seharus nya ada simbol dan sarana perdamaian bagi seluruh rakyat.

“Zaman sekarang dan ke depan, tugas dan pekerjaan tentara bukan lagi untuk berperang, melainkan menjaga dan mengawal perdamaian di seluruh dunia,” jelas Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani.

Loading...

“Perang adalah Peradaban Purba, sedangkan Perdamaian adalah Peradaban Modern, semua orang yang hidup pada zaman modern pasti memilih perdamaian,” jelas Tokoh Dunia yang menciptakan Bahasa Dunia, Etika Dunia dan Hari Raya Bersama Umat Manusia sedunia ini. kevin manurung

Tinggalkan Balasan