Pembinaan Khotib dan Calon Khotib

oleh -271 views
TANGERANG, HR – Dunia telah semakin maju, yang menjadikan manusia tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu. Hal ini menjadikan dunia seolah tanpa batas, yang memungkinkan orang dengan mudah mengakses apapun yang ada di bagian dunia lain.
“Ini harus disikapi secara tepat, karena teknologi itu layaknya pisau yang juga bisa melukai yang memegangnya,” ujar Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dihadapan ratusan Khotib yang hadir pada acara Pembinaan Khotib dan Calon Khotib yang dilaksankan oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat di Ruang Rapat Al Amanah Puspem, Rabu (30/04).
Khotib, menurut Wali Kota, yang merupakan panutan dikalangan masyarakat harus bisa menjadi filter bagi masyarakat di tengah derasnya arus budaya negatif yang mulai menggerogoti setiap sendi kehidupan masyarakat kota Tangerang yang berslogan Akhlakul Karimah.
“Memang tidak ada salahnya untuk terus mengikuti perkembangan globalisasi dunia agar dapat bersaing dengan Negara maju yang lainnya. Tetapi kita tetap harus sadar dan selektif dalam menerima pergaulan budaya luar,” sambungnya.
Untuk itu, lanjut Walikota, Khotib seharusnya juga bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman melalui peningkatan wawasan keilmuan masing-masing.
“Kemajuan teknologi harus disikapi secara cerdas, salah menyikapi bisa malah jadi bumerang, apalagi dengan maraknya faham radikal, belum lagi masalah LGBT dan kenakalan remaja,” jelasnya.
“Termasuk didalamnya masalah PHK yang semakin marak, itu semua bisa memicu kerawanan sosial di kalangan masyarakat,” sambungnya.
Ditambahkan, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam kemajuan globalisasi. Tergantung pada diri sendiri bagaimana menyikapi perkembangan globalisasi ini.
Sementara itu, Wakil Walikota Sachrudin juga menyampaikan hal yang senada dengan Walikota. Sachrudin yang hadir dalam pengajian bulanan di Masjid Alfalah Kandang Besar, Kelurahan Babakan, Selasa malam (29/03) meminta kepelada seluruh masyarakat kota Tangerang untuk lebih meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
“Hal tersebut sangat mudah diwujudkan, contohnya bisa melalui kegiatan pengajian seperti ini,” tegas wakil seraya menambahkan bahwa melalui rutinitas silaturahmi pada saat pengajian akan mengikis rasa egosentris yang mulai membudaya di tengah-tengah masyarakat perkotaan. andre e

Tinggalkan Balasan