Pelabuhan Tanjung Priok Resmikan Bank Sampah Komunitas Lagoa

oleh -176 views
JAKARTA, HR – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) pada tanggal 7 Agustus 2016 meresmikan peluncuran Bank Sampah Komunitas Lagoa Mandiri RW 03 (Kolam 03) yang berlokasi di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Bank Sampah tersebut merupakan salah satu hasil dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) PTP yang bertajuk Program Kali Bersih dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Prokasih) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Kresek wilayah Kelurahan Koja dan Kelurahan Lagoa. Program tersebut diluncurkan sejak bulan April 2015 dengan menggandeng pihak PT Sucofindo Prima Internasional (Sprint) sebagai konsultan PTP, sementara untuk implementasi program di masyarakat telah dilakukan dari bulan Desember tahun 2015.
Dalam peresmian tersebut hadir Camat Koja Mumu Mujtahid, Lurah Lagoa Indria Hilmi, Ketua RW 03 Kelurahan Lagoa yang merupakan Pembina Bank Sampah Kolam 03 Ali Mastari dan Kiki M Hikmat selaku Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal PTP bersama tim, serta PT SPRINT sebagai konsultan PTP.
Dalam sambutannya Ali Mastari menyatakan bahwa program Prokasih yang didukung PTP, termasuk pembangunan Bank Sampah Kolam 03 sangat berguna bagi warga sebagai upaya menangani persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, tertib serta mendorong warganya untuk mandiri secara ekonomi.
“Semoga Bank Sampah ini dapat mencapai visinya yaitu menuju sampah yang terkelola, lingkungan hijau, sehat dan tertata, serta masyarakat lebih berdaya secara ekonomi”, katanya.
Camat Koja, Mumu Mujtahid berharap agar ada kesinambungan setelah peluncuran bank sampah tersebut. “Bukan berarti dari peletakan batu pertama, lalu dibangun bank sampah, terus diluncurkan kemudian selesai. Kata kuncinya adalah kesinambungan,” katanya.
Sementara itu, Kiki M Hikmat, Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal PT PTP, mengharapkan program ini dapat mengajarkan masyarakat tentang Green Economy sekaligus membawa dampak positif terhadap lingkungan, serta agar masyarakat dapat mempunyai rasa memiliki terhadap program sehingga dengan kesadarannya mengawal kelanjutan implementasi Prokasih ke depan.
“Kami dari PTP menginginkan agar Prokasih tidak hanya bagus secara konseptual dengan acara peresmian yang wah tetapi juga dapat benar-benar dikawal dan dijalankan oleh masyarakat Kelurahan Lagoa sehingga tidak menjadi program yang berhenti di tengah jalan,” kata Kiki.
Bank Sampah akan dikelola oleh Komunitas Lagoa Mandiri RW 03 (Kolam 03) selaku kelompok pecinta lingkungan dan kumpulan local champion dari kelurahan Lagoa yang juga menjadi nasabah utama Bank Sampah tersebut. Di dalam bangunan bank sampah terdapat fasilitas penimbangan sampah, ruang dan alat pemilahan, ruang penyimpanan dan penginputan database nasabah secara digital.
Bank Sampah tersebut direncanakan menjadi anggota Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) yang dapat mejadi pasar produk atau sampah Bank Sampah Kolam 03. Kelebihan lain dari menjadi anggota ADUPI adalah Bank Sampah dapat mengetahui ulasan harga sampah daur ulang secara real time di Jakarta dengan software pada ponsel pintar. krisman


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan