P Silitonga : Periksa Kehamilan Upaya Menekan Angka Kematian Bayi

oleh -204 views
BENGKULU, HR – Menurunkan angka kematian anak dan bayi menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Bengkulu. Sebab, kemampuan dalam menurunkan hal tersebut sebagai cermin keberhasilan pelaksanaan program pembangunan bidang kesehatan. Menurut Sekretaris Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Bengkulu, Timbul P.Silitonga dalam rilis Policy Brief berjudul “Upaya Menekan Angka Kematian Bayi di Provinsi Bengkulu” menjelaskan perlu pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan dan pelayanan melahirkan bagian dari upaya menekan angka kematian bayi. 
Akan tetapi disayangkan, pemanfaatan fasilitas tersebut oleh masyarakat masih tergolong rendah, sehingga kematian bayi lahir masih diatas target MDGs 2015.
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, angka kematian bayi di Provinsi Bengkulu sebesar 29/1.000 kelahiran hidup. Angka tersebut jauh lebih rendah dari kematian bayi tingkat nasional sebesar 34/1.000, tetapi masih jauh dari sasaran Millennium Development Goals (MDGs) 2015 yang seharusnya sebesar 23/1.000 kelahiran hidup.
Kesulitan dalam mencapai target MDGs 2015 untuk menekan angka kematian anak dan bayi dapat disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kehamilan dan pelayanan melahirkan.
Data SDKI tahun 2012 memperlihatkan persentase ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan (Faskes) sebesar 34,7 persen. Dan dari data survei yang lain terhadap persolan dasar (Riskesdas) tahun 2013 pemanfaatan Faskes oleh masyarakat sebesar 42,6 persen.
Rendahnya pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk melahirkan dapat disebabkan masih sulitnya akses menuju fasilitas tersebut, dan faktor lainnya disebabkan oleh masih adanya pandangan bahwa biaya melahirkan di fasilitas kesehatan mahal. ■ jlg

Tinggalkan Balasan