Musyawarah Nasional HISFARSI 2019, Komitmen Bantu Pembangunan Kesehatan Indonesia

Musyawarah Nasional 2019, Komitmen Bantu Pembangunan Kesehatan Indonesia.

BADUNG, HR Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (HISFARSI) menggelar musyawarah nasional ke-IV dengan dilengkapi kegiatan pertemuan ilmiah nasional dan seminar kesehatan selama tiga hari yakni 10-13 Juli 2019.

Kegiatan ini mengambil tema “Mutu dan Keselamatan dalam Pelayanan Farmasi Rumah Sakit di era Universal Health Coverage”, yang akan dilangsungkan selama empat hari ke depan, berisi symposium, workshop, presentasi oral lomba karya ilmiah, poster, tes manuskrip, olimpiade farmasi nasional, serta Musnas HISFARSI dilengkapi pameran dan gala dinner.

Di bagian koridor Bali International Convention Center berdiri stand dari 43 perusahaan kesehatan dan 7 UMKM yang keseluruhannya mendukung visi dan misi pembangunan kesehatan.

Turut hadir dapam acara pembukaan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya. Ia menyampaikan bahwa bersamaan dengan perkembangan teknologi dan tata aturan di bidang kefarmasian, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pengenalan dan kemungkinan gejala yang mengikuti penggunaan obat dengan mengikuti perkembangan yang telah ada, agar apa yang kita laksanakan lebih efektif dan efisien.

“Sifat dunia kesehatan yang dinamis membuat tenaga kesehatan perlu meningkatkan kompetensi baik tenaga dokter, tenaga farmasi, maupun tenaga manajemen di rumah sakit,” tambah Suarjaya.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 120 orang praktisi dan akademisi bidang farmasi dari seluruh Indonesia ini turut dihadiri Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dra Engko Sosialine Magdalene, Apt, M Biomed sebagai bentuk dukungan Kementerian Kesehatan RI dan apresiasin kepada organisasi profesi yang senantiasa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam pembangunan kesehatan.

Loading...

“Kami berharap dengan terselenggaranya Musyawarah Nasional Ke-VI HISFARSI, maka kompetensi praktisi farmasi dapat meningkat dan berdampak positif pada pembangunan kesehatan secara keseluruhan,” tutup Magdalene. gina

Tinggalkan Balasan