Menkumham Yasonna Terima Penghargaan MURI

oleh -178 views
JAKARTA, HR – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Dr. Yasonna H. Laoly menerima penghargaan dari MURI (Museum Recort Dunia Indonesia) sebagai penghargaan pelaksanaan kunjungan sehari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keluarga yang diselenggarakan secara serentak diseluruh Lapas, Rutan Indonesia, yang dipusatkan di RUTAN Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (09/10/16).
Menkumham saat menerima
MURI dari Dr Jaya Suprana.
Pelaksanaan “Sehari kunjungan serentak WBP dengan keluarga” ini dilaksanakan bersamaan Hari Dharma Karyadhika (HDK) Kementerian hukum dan Hak Asasi Manusia ke 71, bertepatan pada hari Minggu (09/10/16).
Jaya Suprana sebagai Direktur MURI Indonesia memberikan 3 piagam yakni kepada Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia Dr. Yasonna Laoly, kepada Dirjen Pemasyarakatan I Wayan K. Dusak, dan kepada Kepala RUTAN Cipinang Asep Sutandar mewakili KUPT (Kepala Unit Pelaksana Tehnis) seluruh Indonesia.
Pencatatan Recort MURI dalam kegiatan di Kementerian Hukum dan HAM sudah yang ketiga kali dimasa kepemimpinan Yasonna H. Laoly menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia. Baru baru ini (Agustus) pada Dirgahayu Indonesia ke 71, Kementerian Hukum dan Ham menerima piagam penghargaan dari MURI sebagai pengumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan jumlah 650 orang WBP.
Kemudian pada tahun 2015 juga menerima Piagam Pengahargaan dari Muri karena Program “Sumur Bor” sebanyak 29 titik di daerah DKI Jakarta dengan anggaran swadaya pegawai kemenkumham.
Menkumham saat memberikan cinderamata
kepada Dan Sesko TNI Letjen Agus Sutomo.
Kunjungan serentak sehari bersama WBP seluruh Indonesia yang dicatat di museum recort dunia Indonesia, merupakan sejarah baru untuk memberikan pelayanan dan pembinaan kepada WBP diseruh idonesia. “Inilah bentuk keperdulian pemerintah terhadap warga Binaan Pemasyarakatan. Kita tahu didalam tahanan sangat tidak enak. Kerinduan WBP terhadap anak, kepada suami, kepada istri, kepada orang tua, saat inilah kesempatan yang baik kita berikan saling melepas rindu, peluk cium, tunjukkan kasih dan sayang,” ucap Menteri dalam sambutannya.
Menteri juga mengucapkan terima kasih kepada petugas seluruh pegawai Direktorat Pemasyarakatan yang seharusnya pada hari ini beristirahat dan bersenda gurau dengan keluaraga, tetapi demi terlaksana acara ini dengan baik sejak dari persiapan dan hingga pelaksanaan hari ini rela meninggalkan itu. inilah revolusi mental yang kita laksanakan, meninggalkan kepentingan pribadi demi mencapai kepentingan bersama, ucapnya.
“Revolusi mental harus digalakkan. Yakni, walaupun tempat terbatas tetapi kreativitas tidak terbatas. Kembali dari tempat ini akan menjadi insan insan yang taat hukum, yang akan membangun kepentingan bangsa dan negara. Tinggalkan kepentingan pribadi demi mencapai kepentingan bangsa. Saya tahu pentingnya hubungan sehari bertemu keluarga, karena tembok tembok dingin yang buat tekanan selama bertahun-tahun selama proses pemasyarakatan,” pungkas Yasonna.
Menteri menambahakan bahwa vilosovi tidak lagi konsep penjara tetapi konsep pembinaan. Dan menjadi kebanggaan tersendiri karena acara ini akan dicatat dalam MURI. Yasonna menjelaskan bahwa WBP telah memberikan pemasukan kepoada pemerintah merupakan penerimaan bukan pajak yang besar dari hasil karya tangan selama dalam pembinaan.
“Bukanlah orang yg terpinggirkan tetapi, 160 ribu WBP akan mampu digerakkan menjadi tenaga kerja yang berkualitas tuk membangun bangsa Daan negara dan itu sudah ditunjukan melalui kreatifitas hasil karya tangan yang sudah menembus pasar dunia. Selain menciptakan penghasilan, kreatifitas ini juga akan menghilangkan rasa jenuh selama proses pemasyarakatan. ungkap menteri.
Panglima TNI yang diwakili Dan Sesko TNI Letjen Agus Sutomo meberikan pencerahan tetang revolusi mental. Konsep revolusi mental dan wawasan kebangsaan.
“Revolusi Mental adalah gerakan pemerintah untuk seluruh bangsa dan tanah air bersama Rakyat. Dengan revolusi mental maka bangsa kita dapat berdiri sejajar dengan bangsa bangsa lain. Maka oleh karena itu kita mempunyai ketaatan kepada hukum, berbuat yang positif. Meskipun dilahirkan dengan waktu yang tidak sama. Tetapi kita dari berbagai keahlian individu harus berdiri pada posisi kita masing masing dengan interaksi yang positif. Hari ini interaksi yang positif,” ucap Letjen Agus Sutomo menyampaikan amanah Panglima TNI yang berhalangan hadir.
Menurut Dan Sesko, Ini (acara hari ini) akan menjadi motivasi untuk interaksi yang positif. Tetapi narkoba, perampokan dan pembunuhan, itu adalah interaksi negatif.
“Untuk mencapai tujuan bangsa dan negara sebagaimana dalam sila ke 5 Panca Sila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” bukanlah dengan jalan pintas dan melanggar hukum atau masuk wilayah kriminal. Dengan revolusi mental maka sikap dan perbuatan harus diproteksi agar tetap dalam rambu rambu positif. Maka itulah yang akan merubah watak dan sikap kita,” ucap Agus Sutomo.
Agus Sutomo yang lahir dari keluaraga buruh tani menegaskan, jika ingin mecapai cita cita harus dimulai dari bawa. Tidak gampang menyerah apalagi mengeluh. Meneurtnya sikap dan watak manusia yang negatif yang selalu mengeluh dan mudah putus asa. Selalu menyalahkan orang lain, menyalahkan waktu, menyalahkan situasi.
“Siapa pun kita Akan selalu menghadapi ujian dan cobaan. Manakala kita menghadapi kesulitan maka itulah dan disitulah kita akan berjuang, itulah pikiran dan watak positif. Kita bersyukur kita memiliki kesempurnaan ciptaan Tuhan. Jangan berburuk sangka, ini semua terpulang kepada kita masing masing,” ujarnya
Negara terbentuk dengan 3 unsur, yakni Wilayah, Rakyat dan pemerintah. 1. Indonesia dengan 13 ribu pulau, geografis yang dapat bercocok tanam setiap tahun. 2. Unsur rakyat. Indonesia merupakan salah satu bangsa yang besar dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa. Ketiga pemerintah. Pemerintah membuat recana pembangunan untuk membangun bangsa dan negara republik Indonesia dengan memanfaatkan kemampuan kita masing-masing, bersatu menjadi kekuatan yang luar biasa.
Rakyat sebagai pelaksana utama pemerintahan harus taat hukum. Membangun sistem menyelesaikan masalah secara mufakat dan musyawarah.
Jangan lagi mementingkan pribadi. Karena jika itu yang terjadi maka terjadilah seperti perang barata yuda, katanya. Dia mengilustrasikan perang barata yuda perang hastina pura dengan pandawa, yang pada akhirnya memusnahkan semuanya. Semua gugur. Filosofi nya adalah janganlah mengadakan komplik.
“Marilah kita bangun bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat bambu runcing yang memersatukan rakyat Indonesia dari sabang sampai Merauke mengangkat senjata melawan penjajah dan pada hari Jumat Kliwon dibawah kepemimpinan Ir Sukarno memproklamirkan kemerdekaan. Sekarang kita menikmati dan merasakan hasil kemerdekaan dan menuju Indonesia emas. Bekerja sama berangkulan bersatu padu menjelang Indonesia emas,” pungkasnya.
Dan sesko mengisahkan hidupnya Pada saat sekolah dulu, bahwa baru pada kelas II SMP orang tuanya bisa dibelikan sepatu. “Saya tidak mengeluh. Saya bersyukur. Setiap hari selalu mencari ikan lele di parit dan kali. Disiplin mengikuti pelajaran disekolah dan tidak merugikan orang lain. Sekarang hasilnya sudah dinikmati anak-anak saya. Tercapailah keadilan sosial itu,” ungkapnya.
Dia menegaskan, anak buruh, anak petani yang banyak menjadi pemimpin pemerintahan dan belum pernah melihat anak begal, dan pencuri dan pembunuh menjadi pemimpin Negara. Tetapi penjahat berkumpul di rumah tahanan. Sementara Menteri bapak Yasonna dari pulau terpencil Pulau Nias, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara telah menjadi menteri, ucapnya sambil menoleh kepada Menteri Kum Ham. thomson g


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan