Lampu Padam Saat Berbuka Puasa

oleh -213 views
KUALA TUNGKAL, HR– Dari tahun ketahun persoalan pemadaman listrik bergilir oleh PLN belum juga terselesaikan. Ironosnya pemadaman acap kali terjadi disaat menjelang Magrib. Pada hari pertama bulan suci Ramadhan, disaat warga sedang melaksanakan buka puasa (sekitar pukul 18.36 Wib) mendadak aliran listrik dibeberapa jalur mengalami pemadaman. Pemadaman bergilir yang dilakukan PT. PLN Ranting Kuala Tungkal ini dirasakan sangat mengganggu kekhusukan masyarakat yang sedang berbuka puasa, maupun yang sedang menjalankan ibadah sholat Tarawih.
Sementara sebelumnya, Manager PT. PLN Ranting Kuala Tungkal, Arham Ginting melalui tayangan running teks di Tungkal TV menyatakan bahwa memasuki bulan suci Ramadhan 2015 tidak akan terjadi pemadaman arus listrik.
Ketika dipertanyakan masalah pemadaman tersebut, Arham Ginting melalui phone sellularnya menyatakan bahwa pihak PLTG meminta kepada PLN untuk mengurangi beban. “Pihak PLTG selaku pembangkit meminta untuk mengurangi beban, maka kita melakukan pemadaman secara bergilir,”kilahnya.
Ketua LSM Kontra Persial Kuala Tungkal, M. Nasir mengaku kesal tidak komitnya Arham Ginting. “Melalui tayangan running teks Tungkal TV, Manager PT. PLN Ranting Kuala Tungkal menyatakan tidak akan ada pemadaman listrik pada bulan suci Ramadhan ini. Jangan asal ngomong, ni penggembosan public,”tandasnya. Kesal.
Terkait hal ini, beberapa tokoh masyarakat juga menyatakan sangat kecewa.“Selaku manager PT. PLN Ranting Kuala Tungkal, Arham Ginting seharusnya lebih bijaksana, kalaupun memang harus ada pengurangan beban, yach…untuk sementara padamkan saja penerangan jalan jalur dua dan penerangan Water Front City, sehingga tidak mengganggu ummat muslim yang sedang melaksanakan ibadah sholat Tarawih,” kata mereka.
Mereka sangat mengharapkan agar selama bulan suci Ramadhan, pihak PLN dapat mengantisipasi untuk tidak sampai terjadi pemadaman listrik, apalagi di saat-saat warga akan melakukan aktifitas masak- memasak untuk persiapan sahur. Jika terjadi pemadaman akan sangat rawan menimbulkan bencana kebakaran, karena penerangan alternatif bagi masarakat akan menyalakan lilin maupun lampu teplok yang riskan penyebab kebakaran,”ucap mereka penuh was-was. ■ 766-hi

Tinggalkan Balasan