Jokowi ke Palangka Raya Bantu Sekolah Rp25 Juta

PALANGKA RAYA, HR – Janji kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Bumi Tambun Bungai Kota Palangka Raya akhirnya terwujud. Orang nomor satu di Indonesia ini tiba di Bandara Cilik Riwut Palangkaraya sekitar pukul 10.45 WIB, Kamis (5/11).
Presiden Jokowi bersama ibu negara dan 
Menteri Puan Maharani saat 
meninjau SDN 19 Pahundut, Palangka Raya.
Jokowi melakukan kunjungan pertama yakni meninjau SDN 10 Pahandut di Jalan Dr Murjani Gang Taufik. Kedatangan Jokowi itu disambut warga yang membentuk barisan di sisi jalan. Di tempat itu, Jokowi membagikan sejumlah buku berjudul ‘Membacalah dan Bangsa Ini akan Terhindar dari Buta dan Ketidaktahuan.”
Hamper setengah jam Jokowi meninjau sekolah yang dibangun dengan bebahan kayu itu. Selanjutnya, rombongan didampingi Pj Gubernur Kalteng Hadi Prabowo menyusuri titian jembatan kayu sembari menyapa warga di sekitar Gang Taufik. Selanjutnya, Jokowi dan rombongan bertolak ke Desa Tumbang Nusa. Ibu Negara, Iriani Jokowi juga turut membagikan buku ke warga sebelum bertolak.
Kunjungan Presiden RI itu akan menjadi kenangan manis yang tak akan terlupakan oleh seluruh warga sekolah, terlebih Kepala SDN 8 Pahandut.
“Kami satu-satunya sekolah yang dikunjungi oleh beliau. Meskipun saya baru empat bulan jadi Kepsek di sekolah ini, sebelumnya hanya sebagai guru biasa di SDN 5 Panarung,” ungkap Delawaty Narang.
Delawaty mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan beberapa permohonan kepada Presiden, diantaranya renovasi sekolah yang berdiri sejak 1979 itu. Bahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pun telah diberitahukan. Menaggapi itu, Jokowi memberikan bantuan sebesar Rp25 juta untuk merenovai sekolah.
“Perbaiki dahulu atapnya, baru kemudian flaponnya, pokoknya untuk perbaikan sekolah,” ujar Jokowi kepada Delawaty.
Delawaty juga menyampaikan permohonan bantuan bagi siswa miskin. Kepada Jokowi, Delawaty mengutarakan bahwa saat ini sekitar 90 siswanya berstatus siswa miskin, namun bantuan siswa miskin yang terpenuhi hanya untuk 46 siswa.
Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia mengatakan bahwa rombongan Kemendikbud tidak berkomentar banyak mengenai situasi dan kondisi sekolah itu. Sekolah itu menjadi target kunjungan Presiden karena dipilih langsung oleh Staf Ahli Kepresidenan, bukan berdasarkan pengajuan Pemko Palangka Raya. Jumlah sekolah yang diajukan Pemko, ternyata tidak disetujui untuk dikunjungi.
“Mungkin karena beliau terkenal dengan blusukannya itu,” ungkap Riban.
Saat rombongan Presiden tiba di daerah blocking Kanal Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya Kab Pulang Pisau, langsung mendapat penjelasan sampai sejauh mana pembangunan sekat kanal yang telah dibangun dengan melibatkan prajurit TNI.
Jokowi didampingi Menkopolkam Luhut Binsar Panjaitan, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kebudayaan Siti Nurbaya dan Kepala BNPB Wilem Rapangilei, meninjau langsung dengan berjalan kaki menuju Kanal 01.
Dalam peninjuan di kanal 01, rombongan tidak didampingi Pj Gubernur Kalteng Hadi Prabowo dan Bupati Pulpis Edy Pratowo.
Jokowi pun menyempatkan diri bersalaman dengan warga Desa Tumbang Nusa, bahkan masyarakat yang sudah sejak lama menunggu kedatangannya berharap agar di tahun 2016 tidak ada lagi kabut asap yang melanda desanya. Masyarakat meminta agar pemerintah lebih serius memperhatikan warga Kalteng yang menjadi korban dan secepatnya bantuan penanggulangan bencana kabut asap kepada korban yang berjatuhan, sehingga masyarakat tidak khawatir lagi akan dampak bencana kabut asap yang terjadi di Kalteng khususnya di Kab Pulpis.
Setelah kunjungannya di Tumbang Nusa, rombongan Presiden kembali ke Palangka Raya dan langsung bertolak ke Jakarta. david

Tinggalkan Balasan