Jatuh dari Lantai 3, Pekerja Bangunan SMKN 1 Denpasar Tewas

DENPASAR, HR – Seorang pekerja buruh bangunan, tewas setelah jatuh dari lantai 3 pembangunan gedung SMKN 1 Denpasar,beberapa waktu yang lalu. Korban bernama I Wayan Sari, Krama Banjar Tegal Linggah, Desa Padang Sambian Kaje. Denpasar Barat,Bali. Wanita yang bekerja sebagai buruh bangunan di Pembangunan gedung SMKN 1 Denpasar, yang di swakelolakan oleh pihak sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Tepatnya tgl 19 Oktober 2015. Saat itu korban masih bekerja memindahkan alat bantu yang di gunakan untuk bekerja. Sayangnya karena kurang hati-hati, wanita yang masih lajang tersebut terpeleset dan jatuh dari lantai 3 bangunan ujung selatan SMKN 1 Denpasar. Walau sempat mendapat pertolongan dengan di bawa k RS.Wangaya, nyawa wanita yang jadi tulang punggung di keluarganya tersebut, tidak bias terolong.
Sayangnya, dari pihak pelaksana maupun salah seorang Waka di SMKN 1 Denpasar,tidak mau berkomentar banyak. Malah terkesan menutup-nutupi kejadian yang ada. Seperti yang di katakana oleh I Wayan Suyadnya,S.Pd. pada awak HR di sekolah beberapa waktu lalu, jatuhnya wanita yang masih lajang tersebut karena korban berusaha memindahkan alat bantu yang di biasa di pakai untuk menopang.
“Sudah di sarankan oleh rekan sekerjanya,agar jangan melakukan seorang diri,tetapi korban tidak mau mendengar nasehat temennya,” jelas I Wayan Suyadnya beberapa waktu lalu.
Suyadnya juga menjelaskan,antara pihak keluarga dengan pemborong,sudah saling memaafkan, karena antara pemborong dengan korban, masih ada ikatan keluarga.
Sayangnya,dari pihak pemborong yang coba di hubungi oleh HR,tidak merespon samaskali. Dari informasi yang di himpun oleh HR, baik dari pihak sekolah dan keluarga. Antara pihak pemborong dengan keluarga korban, sudah melakukan damai. Begitu juga pihak sekolah sudah memberikan bantuan dan perhatian terhadap korban dan keluarganya. Hal ini juga di akui oleh saudara misan korban, yaitu Kompyang Tangkas.
Saat di temui di kantor Kepala Desa Padang Sambian Kaje, pria yang merasa kehilangan sosok wanita tangguh tersebut, sudah mengikhlaskan kepergian saudara misannya, walau dengan berat hati. Pasalnya, sosok almarhumah adalah wanita yang penuh tanggung jawab terhadap keluarga.
“Kami sudah mengikhlaskan kepergian beliau, dan pihak keluarga juga tidak menuntut siapapun, karena ini kecelakaan kerja, prihal perhatian,baik dari pihak pemborong maupun pihak sekolah, yang tak lain keluarga kami, sudah memberikan bantuan kepada kami,” jelas Kompyang Tangkas. ans

Tinggalkan Balasan