Hujan Deras, Talud Sungai Longsor

oleh -259 views
KLATEN, HR – Longsor terjadi tepatnya di Talud penahan Jembatan Dukuh Jowo Desa Balak Kecamatan Cawas Klaten, akibat di hantam banjir yang terjadi pukul 03.00 dini hari, Rabu (22/04). Hujan deras yang mengguyur semalaman berakibat derasnya aliran sungai Luwur sehingga talud yang berfungsi sebagai penahan bantar sungia itu tergerus air lalu roboh dan mengikis badan jalan.
Warga sekitar aliran sungai segera melakukan pembersihan menyingkirkan rumpun bambu yang terbawa arus air. Rumpun bambu berukuran besar itu roboh melintang di tengah sungai menghambat aliran sungai. “Sepanjang aliran sungai Luwur banyak ditumbuhi pohon bambu, ketika terjadi banjir besar seringkali roboh melintang di atas sungai. Apabila tidak segera disingkirkan dikhawatirkan akan menghambat aliran sungai dan pemicu terjadinya banjir lebih besar,“ ujar Tarno ,salah satu warga setempat.
Menurut kepala Desa Balak Wiyono Margono mengatakan, tergerusnya tanggul sungai terjadi akibat derasnya curah hujan semalam. Dari kejadian itu pihaknya berharap kepada dinas terkait segera membangun kembali talud yang roboh agar kejadian tersebut tak memakan korban lebih besar. “Saya berharap adanya perhatian dari dinas terkait untuk meminimalisir korban dan sesegera mungkin tanggul sungai tersebut dibangun,” tandasnya.
Terpisah, Camat Cawas Moch Nasir menerangkan, ada 6 sungai yang melintasi di Kecamatan Cawas dan dimusim penghujan ini ada beberapa titik rawan longsor di antaranya di Desa Cawas yaitu sungai Dengkeng, di sebelah selatan Desa Burikan Karangasem ada sungai Padangan dan sungai Kali Jarak, di Desa Bogor dilintasi sungai Dengkeng juga di Desa Tringsing lalu di Desa Balak terdapat sungai Luwur.
Lanjutnya, daerah tersebut adalah tanggul alam dan rawan longsor dikarenakan tekstur tanahmya mengandung pasir sehingga jika terjadi banjir akan mudah terbawa air .Untuk mengantisipsi bencana pihaknya sudah menyiapkan Posko Siaga Bencana ditingkat Desa dan Kecamatan.
“Bilamana pihak instansi terkait akan memperbaiki untuk diprioritaskan sebelah kanan-kiri sungai sehingga akses jalan terselamatkan, dan bisa dilewati transportasi warga,“ pungkasnya. ■ ani sumadi

Tinggalkan Balasan