Gebyar Berdaya Budaya Meriahkan Hari Santri dan Sumpah Pemuda

GARUT, HR – Dalam rangka membangun pemuda santri dalam partisipasi kebudayaan dan ke Indonesiaan, Jumat (27/10), komunitas budaya posstheatron bersama komunitas TGS menggelar acara gebyar berdaya budaya di aula Padepokan Sobarnas Martawijaya Jl Tegalsari Desa Langensari Kec Tarogong Kaler Kab Garut.
Kesenian budaya debus dari Kec. Cikelet Garut.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan H. Budi Gan gan, SH, M. Si, ketua pondok pesantren Al-Wasilah KH.Thonthowi Musaddad, MA, Akademisi Dr. Bambang Q Anees, M. Ag, Ketua LPSN Endo Suanda.
Menurut ketua panitia komunitas budaya posstheatron Fachroe S Jaladri didampingi ketua komunitas TGS Ujang Rukman mengatakan, kegiatan ini sengaja di gelar guna bersilaturahmi dalam rangka memperingati / memeriahkan hari santri dan sumpah pemuda, terdapat beberapa kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari acara dari tanggal 27-28 Oktober 2017, ungkap Fachroe, diantaranya lomba adzan/melukis caping, bazar kuliner masyarakat, pameran (lukisan/kriya/benda purbakala), kesenian (marawis, dalang cilik M. Sabik Karba S, terbang beluk margawati/terbang sejak kampung dukuh, gending karawitan/keroncong sinar pusaka, kacapi lawak segar grup/gitar flamenco awi gun gunawi arumba wiwaha SMA 8 Garut, Tari topeng koncaran/jaipongan/tari merak sakinten musikalisasi puisi/ performance art).
Para pemuda-pemudi setempat gelar aksi treatrikal.
Fachroe menambahkan, selain komunitas seni budaya daerah garut ada juga beberapa komunitas seni tradisional di luar Garut yang ikut berpartisipasi diantaranya yakni Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) Bandung.
Fachroe berharap, melalui kegiatan gebyar berdaya budaya ini, dapat menjadikan suatu tontonan serta pemahaman akan penting/kayanya budaya Indonesia yang harus tetap dijaga/dilestarikan bersama, selain itu juga, kata Fachroe, juga dapat dijadikan suri tauladan dan motivasi bagi masyarakat daerah agar potensi yang ada di masyarakat dapat digali serta dikreasikan sekaligus diwariskan nantinya bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang. deni


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan