Dituding Gunakan Ijasah Palsu, Pepen Diujung Tanduk

oleh -292 views
BEKASI, HR – Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang akrab disapa Pepen kini berada diujung tanduk, menyusul dugaan ijasah palsu yang menjadi polemik di kalangan warga Bekasi.
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen
Ihwal dugaan kasus ijasah palsu Rahmat Effendi yang akrab disapa Pepen itu mencuat terkait Klarifikasi Ijasah atas nama Rahmat Effendi yang dimohonkan Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional pada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Nomor 421/B/../2015 tanggal 8 Sepetember 2015.
Dalam poin kedua surat yang dikeluarkan Kementeriaan Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan disebutkan, bahwa nama; Rahmat Effendi lulusan Fakultas Administrasi dan Kebijakan Publik Universitas Pasundan dengan status awal peserta didik baru, namun data jumlah SKS tidak ditemukan.
Pada poin ketiga disebutkan, data yang ada pada ijasah Rahmat Effendi, lulusan lulusan Fakultas Administrasi Negara (S1) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bagasasi, namun tidak ditemukan nama yang bersangkutan di pangkalan data Dikti.
Selain ijasah SI, ijasah Rahmat Effendi yang dikeluarkan SMAN 52 Cilincing Jakarta Utara pada tanggal 25 Februari No Kep.25/I01.IA/I.85 Tahun 1985 itu juga mengundang tanda tanya publik di Bekasi dan diduga kuat palsu.
Kasus dugaan ijasah Rahmat Effendi, seperti ditulis Kompasiana pada 30 September 2015 menyebutkan, kasus ijasah palsu itu sudah dilaporkan ke Bareskim Mabes Polri dengan Sprint 1614/LM/X/2015/Bareskrim dan disebut-sebut ditangani oleh Kasubdit Politik dan Dokumen, Kombes Rudi Setiawan. Sebelumnya Kombes Rudi pernah menjabat sebagai Kapolres Bekasi.
Namun, hingga saat ini kasusnya seperti tertelan bumi. Padahal, masyarakat Bekasi menunggu perkembangan penyidikan atas dugaan kasus ijasah palsu tersebut.
Kombes Rudi saat dihubungi Harapan Rakyat via telepon selularnya, Kamis (26/11), mengaku belum mengetahui persoalan tersebut.
“Saya belum tahu dan saya masih diluar kota, nanti akan saya cek ke anak buah saya,” jawabnya, lalu menutup pembicaraan.
Demikian juga dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, ketika dikonfirmasi HR, Jumat (27/11), tidak menjawab.
Terkait hal itu, masyarakat Bekasi bertanya-tanya mengenai kelanjutan kasus itu. Pasalnya, dugaan ijazah palsu SMA Walikota Bekasi Rahmat Effendi termasuk topic yang paling hangat dibahas warga di tiap sudut Kota Bekasi.
“Aneh, beberapa waktu lalu sempat ramai soal dugaan ijasah palsu Walikota Pepen, kok sekarang tak terdengar lagi kelanjutannya?” ujar July, warga Pekayon.
Dia juga menyayangkan hingga saat ini belum ada penjelasan dari Walikota Bekasi Rahmat Effendi melalui media. Padahal ini terbilang masalah serius dan tidak boleh dibiarkan, agar masyarakat tidak tergiring polemik tidak sehat.
Tidak mencuatnya kasus ijasah palsu Walikota Bekasi diduga kuat melibatkan para penguasa untuk membungkam agar kasusnya tidak mencuat ke publik.
Karenanya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arie Budiman diminta angkat bicara dan mengumumkan keabsahan ijasah yang dikeluarkan SMAN 52 Cilincing Jakarta Utara, itu agar publik mengetahui dan tidak bertanya-tanya.
Setidaknya, penjelasan dari lembaga pendidikan yang mengeluarkan ijasah atau Walikota, bisa memberi kepastian kepada publik.
“Karena jika dibiarkan isu ini bisa menimbulkan berbagai tanggapan kurang baik terhadap Walikota Bekasi Rahmat Effendi,” tegasnya. ferry/kornel

Tinggalkan Balasan