SUKABUMI, HR — Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Cisaat dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Iduladha 1447 n
Pemerintah daerah melalui Disdagin terus meningkatkan pemantauan rutin guna menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan rekapitulasi stok per 12 Mei 2026, sejumlah komoditas utama tercatat dalam kondisi mencukupi. Stok beras medium mencapai 19 ribu ki⁷logram, sedangkan beras premium tersedia sebanyak 4 ribu kilogram.
Untuk minyak goreng, stok minyak curah mencapai 20 ribu kilogram. Sementara minyak kemasan seperti Bimoli, Fortune, Sania, dan Minyakita tersedia lebih dari 2.900 liter. Adapun gula pasir masih aman dengan stok sekitar 350 kilogram.
Kepala Bidang Sarana Distribusi dan Stabilisasi Harga Bapokting Disdagin Kabupaten Sukabumi, Usep Setyawan, mengatakan pengawasan berkala dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Pemantauan ini kami lakukan secara berkala untuk memastikan stok bapokting tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat di pasar tradisional dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya, Minggu (17/5/2026)
Selain bahan pangan pokok, pasokan protein dan bumbu dapur juga berada dalam kondisi stabil. Stok telur ayam broiler mencapai 20 ribu kilogram, daging ayam broiler 1.800 kilogram, bawang merah 800 kilogram, bawang putih honan 45 kilogram, serta kentang 900 kilogram.
Pasokan cabai juga dinilai aman dengan ketersediaan cabai merah besar 1.500 kilogram, cabai merah keriting 1.200 kilogram, cabai rawit merah 800 kilogram, dan cabai rawit hijau 900 kilogram.
Di sisi harga, Disdagin mencatat fluktuasi minor pada beberapa komoditas. Harga cabai rawit merah naik tipis dari Rp74 ribu menjadi Rp75.500 per kilogram, sedangkan harga ikan mas turun dari Rp36.500 menjadi Rp35.500 per kilogram.
Usep menilai perubahan harga tersebut masih dalam batas wajar dan belum memengaruhi stabilitas pasar secara signifikan. Disdagin juga terus memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar distribusi barang tetap lancar.
“Koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha terus dilakukan agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran,” pungkasnya. ida








