Di Ciamis, Terjadi 221 Kasus HIV/AIDS

oleh -276 views
CIAMIS, HR – Informasi tentang adanya seorang PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis yang terjangkit virus HIV sempat mencengangkan para peserta rapat yang digelar di aula Setda, Rabu (29/04).
Informasi yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, drg. Engkan Iskandar, berlangsung saat memberikan materi dalam Rakor Komisi Penanggulangan AIDS di aula Setda Kab. Ciamis.
“Saya tidak bisa memberikan informasi langsung identitasnya. Hanya memang di Ciamis ada salah seorang PNS yang terkena HIV,” terang drg. Engkan. Usai acara saat ditanyai ketika usai acara pemberian materi tersebut kepada HR.
Menurut drg. Engkan, dari tahun 1999 hingga Desember 2014, di Ciamis tercatat ada 221 kasus HIV/AIDS. Adapun seorang PNS yang termasuk di dalamnya, hingga saat ini masih bekerja seperti biasa.
“Dia bekerja seperti biasa, tapi kami pantau terus perkembangannya,” tambahnya.
Engkan juga menerangkan terkait ciri-ciri penyakit bagi orang yang menderita HIV AIDS di Indonesia khusunya di Kabupaten Ciamis, tidak bisa diputuskan melalui penilaian secara kasat mata. Sehingga penyakit ini selalu dianggap menakutkan bagi setiap orang yang mendengarnya. Karena orang yang menderita, secara perlahan bisa jadi berujung pada kematian.
“Badan kurus, sering diare, sakit-sakitan. Ini tidak bisa diputuskan bahwa orang itu terjangkit penyakit HIV/AIDS. Karena orang yang terkena penyakit ini biasanya nampak seperti sehat biasanya,” ungkap drg. Engkan Iskandar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.
Lanjut Engkan, karena ciri-ciri penyakit ini tidak mudah diprediksi, drg. Engkan menyarankan kepada orang-orang yang sudah merasa ada gejala-gejala pada tubuhnya segera tes darah. Karena dengan tes darah, penyakit ini bisa terdeteksi. “Ini perlu ada kesadaran dari diri masing-masing orang tersebut. Periksakan darah ke rumah sakit bila merasakan ada gejala-gejala aneh pada diri anda. Karena ini sangat membantu kami untuk terus bisa mendata lebih lanjut bagi orang-orang yang terjangkit virus mematikan ini,” jelasnya.
Sehingga, terang Engkan, pihaknya bisa membantu untuk pencegahan penularan penyakit ini. Karena penularan penyakit ini ibarat sebuah sistem jaringan multi level marketing. Dari satu bisa menjadi seribu. ■ vie

Tinggalkan Balasan