Desa Berbudaya Bagian dari Membangun Pancasila

Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi,SH dalam peringatan HUT Pepabri ke- 56 di Bale Sawala Yudistira
PURWAKARTA, HR – Indonesia terbangun dari berbagai suku, apabila salah satu suku hilang, maka Indonesia pun hilang dan identitas itu harus tetap terjaga. Seperti halnya tentara yang tidak pernah pensiun dan tidak pernah hilang dilekang waktu. Demikian yang diungkapkan Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi,SH dalam peringatan HUT Pepabri ke- 56 di Bale Sawala Yudistira. Senin (9/14).
Dedi menjelaskan, bahwa menjaga itu semua perlu adanya perubahan cara berpikir, dimana di Purwakarta dibangun dengan pendidikan berkarakter dan desa berbudaya. “Kita harus bisa merombak frame berpikir dengan berkata, bahwa Sumatera, Sunda,Jawa,Bugis,Papua adalah Indonesia yang harus tetap terjaga. Dibangun di Purwakarta adalah dengan pendidikan berkarakter dan desa berbudaya,”ujarnya.
Menurutnya, Desa Berbudaya bertujuan agar setiap desa mempunyai aturan yang terjaga, dimana kontrol tersebut diatur di dalamnya, seperti kunjungan tamu kerja bakti dan Siskamling. “Dibuatnya Desa Berbudaya adalah untuk mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan, contohnya Persatuan Indonesia menghidupkan persatuan tersebut dengan kerja bakti, Siskamling bersama. Itulah bagian dari peraturan yang dibangun,maka saya buatkan agar pancasila terus terjaga dan diaplikasikan dalam kehidupan jelas undang undangnya. Jelas terbangun Pancasila,”papar Bupati.
Sedangkan pendidikan berkarakter, lanjut Bupati, adalah untuk membangun generasi muda yang kuat, produktifitas dan kreativitas, sehingga generasi muda Purwakarta tangguh. Banyak hal yang meracuni pikiran generasi muda kita. Apabila tidak dijaga, maka akan mudah dihancurkan. “Pendidikan berkarakter adalah bagian dari menjaga hal tersebut dengan produktifitas dan kreativitas,”pungkasnya.
Dedi pun meminta agar Pepabri tetap jadi inspirasi bagi generasi muda, agar jiwa korsa tetap terbangun, karena Pepabri adalah guru bangsa. ■ petrus

Tinggalkan Balasan