Bocah SMP Itu Menghidupi Nenek dan Adiknya

Candra
KARAWANG, HR – Candra (14), warga Dusun Kerajan A, Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, yang juga siswa kelas 2, SMPN Kutawaluya 2, setiap harinya melakukan aktivitasnya menjadi pemulung. Botol air mineral bekas dijual ke rongsokan.
Aktivitas Candra, menjadi pemulung sudah dilakukan olehnya semasih duduk di bangku SD kelas 4 dan hasil dari penjualan botol air mineral itu, digunakan Candra untuk biaya sekolah, dan menghidupi keluarganya.
Semenjak ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya yang tidak ada kabar sampai saat ini, Candra kini menjadi tulangpunggung keluarganya, dan harus menanggung resiko makan nenek dan adiknya setiap hari.
Hal tersebut diungkapkan oleh Candra, saat diwawancarai HR disela-sela aktivitasnya memungut botol dan gelas air meniral bekas di kantor Kecamatan Kutawaluya, belum lama ini.
“Sebetulnya saya juga tidak ingin menjadi pemulung seperti ini, dan saya juga ingin seperti teman sebaya saya bermain dan pokus belajar, namun apa daya keadaan, yang memaksa saya berbuat seperti ini,” ungkap Candra.
Masih kata Candra, kehidupan menjadi pemulung sudah lama digelutinya, dan hasil dari penjualan botol dan gelas air mineral bekas. “Saya gunakan untuk bekal sekolah, bahkan uangnya saya berikan kepada nenek saya untuk membeli beras, dan untuk jajan adik saya misbah yang baru berusia 7 tahun, ” terang Candra.
Ditanya penghasilan dari upayanya menjadi pemulung, Candra mengatakan, minim. Kadang hanya 15 ribu rupiah per hari. “Tapi yang penting nenek saya bisa makan dan adik saya bisa jajan,” terangnya.
Candra tidak berpikir apa yang akan dicapainya di masa tua nanti. Yang terpetik dari pikirannya hanyalah membahagiakan nenek dan adiknya.
Sementara, nenek Candra, Nek Imah (73), yang ditemui di rumahnya di Desa Sampalan, mengakui kalau Candra menjadi tulang punggung hidupnya selama 5 tahun terakhir dengan linangan air mata. ■ budi rh

Tinggalkan Balasan