SUKABUMI, HR — Kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa megathrust di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan serius DPRD. Dewan mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar pembangunan jalur utara Cisolok–Cikakak–Palabuhanratu segera dijadikan prioritas utama pada tahun anggaran 2026.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah Jajah Nurdiansyah, menegaskan bahwa keberadaan jalur alternatif tersebut menyangkut keselamatan ribuan warga yang saat ini masih bergantung pada satu akses utama di wilayah pesisir selatan.
Junajah menilai, ketergantungan pada jalur selatan sangat berisiko apabila terjadi bencana besar. Kondisi geografis yang rawan longsor dan banjir berpotensi memutus akses penyelamatan serta menghambat distribusi bantuan darurat.
“Kita bicara tentang zona merah megathrust. Sosialisasi dari BMKG dan BNPB sudah jelas. Namun, semua itu tidak akan efektif tanpa dukungan sarana fisik berupa jalur evakuasi yang memadai. Jalur utara adalah katup penyelamat,” tegas Junajah, Selasa (20/01/2026).
Ia menjelaskan, jalur strategis dengan lebar enam meter yang melintasi tujuh desa tersebut sebenarnya telah lama direncanakan. Namun, pasca pandemi COVID-19, proyek ini tidak lagi menunjukkan progres signifikan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah proses pembebasan lahan milik warga.
Junajah mendesak Pemkab Sukabumi untuk menunjukkan kemauan politik yang kuat guna menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, perencanaan dan trase jalur sudah matang sehingga pemerintah hanya perlu mengambil langkah konkret di lapangan.
“Perencanaannya sudah jelas. Sekarang yang dibutuhkan adalah political will. Persoalan lahan harus diselesaikan dengan pendekatan yang tepat, adil, namun tetap tegas,” ujarnya.
Selain sebagai jalur evakuasi bencana, Junajah meyakini pembangunan jalur utara akan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman Cisolok hingga Palabuhanratu. Infrastruktur tersebut diyakini mampu mempercepat distribusi hasil pertanian dan membuka potensi pariwisata yang selama ini terisolasi.
“Keselamatan warga adalah harga mati. Bonusnya, ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh. Jalur utara ini merupakan investasi jangka panjang untuk nyawa dan kesejahteraan warga Sukabumi,” pungkasnya. ida








