DENPASAR, HR — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Bali dan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Bali mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perayaan Natal dan Tahun Baru sebagai momentum memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.
Ketua PW GP Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, menyampaikan ucapan selamat Hari Natal dan Tahun Baru kepada umat Kristiani yang merayakan. Ia berharap Natal membawa keberkahan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi masyarakat Indonesia dan dunia.
“Kami mengucapkan selamat Hari Natal dan Tahun Baru kepada saudara-saudara kami yang merayakan. Semoga momen ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” ujar Tommy.
Tommy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar Indonesia mampu melewati berbagai cobaan, khususnya bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, solidaritas dan kepedulian antar warga menjadi kunci dalam menghadapi situasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa umat Muslim Indonesia memiliki komitmen kuat dalam menjaga kerukunan anta rumat beragama. Sikap saling menghormati perayaan hari besar keagamaan, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama sebagai bangsa yang majemuk.
“Menjaga keharmonisan dan kebersamaan adalah tugas kita semua sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPD IMM Bali, Muhammad Pramudya Rahardjo, mengajak pemuda dan umat Muslim menjadikan perayaan Natal sebagai sarana memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Ia menekankan bahwa Islam mengajarkan kedamaian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia, serta amanat UUD 1945 Pasal 29 ayat (2).
“Pemuda Muslim harus menjadi teladan dalam menjaga harmoni sosial, menunjukkan sikap saling menghormati tanpa mengurangi keteguhan akidah,” ujar Pramudya.
IMM Bali juga mengimbau masyarakat untuk menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian, dan politisasi identitas yang berpotensi merusak kerukunan antarumat beragama. Pemuda diharapkan mengedepankan dialog, akhlak mulia, dan tanggung jawab kebangsaan.
Kedua organisasi kepemudaan tersebut berharap momentum Natal dan Tahun Baru dapat mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali dan Indonesia. dyra








