Panen Raya Serentak, Iin Mutmainah: Dukung Gizi dan Ekonomi Warga

JAKARTA, HR – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) bersama Tim Penggerak (TP) PKK menggelar panen raya serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. Mengusung tema “Panen Raya Wujudkan Pangan Jakarta”, acara dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Green House Pulo Gebang, Jakarta Timur. Panen raya dipimpin Ketua TP PKK DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono, didampingi Wakil Ketua TP PKK Dewi Rano Karno serta Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok.

Di Jakarta Barat, kegiatan dipusatkan di lokasi Urban Farming GSG 07, RW 07, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan. Hadir Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Ketua TP PKK Kota Jakarta Barat Ety Sartika Yuli Hartono, jajaran Pemkot, Sudis KPKP, camat, lurah, serta kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Ketua TP PKK Kota Jakarta Barat, Ety Sartika Yuli Hartono, menjelaskan kawasan GSG 07 menjadi contoh pengembangan pertanian perkotaan dengan konsep mini agro eduwisata. Selain memanfaatkan lahan terbatas, lokasi ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan kelompok tani dan KWT.

“Panen raya bukan sekadar memetik hasil, tetapi bagian dari pengembangan kebun pangan lokal, termasuk budidaya tanaman dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” jelas Ety.

Ia menambahkan, panen serentak di Jakarta Barat berlangsung di 60 titik yang tersebar di delapan kecamatan, dengan total hasil mencapai sekitar 772 kilogram. Hasil panen meliputi berbagai sayuran, buah-buahan, hingga ikan.

“Komoditas yang dipanen antara lain pakcoy, bayam, kangkung, terong, tomat, sawi, labu madu, timun suri, pisang, singkong, serta ikan lele dan nila,” tambah Ety.

Ety berharap, hasil panen dari gerakan kebun pangan lokal yang banyak melibatkan perempuan ini dapat memperkuat ekonomi sirkular sekaligus mendukung program prioritas nasional. Produk panen juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku SPPG maupun dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menilai urban farming memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan menyusui, serta penanganan stunting.

“Hasil panen juga dapat diolah menjadi makanan sehat dan bergizi melalui kegiatan Posyandu, sebagai bentuk sinergi pemanfaatan lahan pekarangan untuk kebutuhan gizi masyarakat,” kata Iin Mutmainah.

Ke depan, Pemkot Jakarta Barat akan terus mendorong peningkatan produksi komoditas unggulan seperti labu madu dan golden melon di delapan kecamatan.

“Hari ini kami, bersama jajaran turut memanen berbagai komoditas seperti anggur, labu madu, pakcoy, jambu, terong, cabai, hingga ikan lele. Ia juga berinteraksi dengan anak-anak PAUD, dalam kegiatan penanaman sayuran sebagai bagian dari edukasi dan kebersamaan,” tutup Iin Mutmainah. •didit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *