DEPOK, HR — Lurah Curug, Bunda Rahma Surya Ndari, MM, menegaskan bahwa kerja sama yang solid antara LPM, RW, RT, dan kelurahan menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan wilayah.
Hal tersebut ia sampaikan kepada wartawan Harapan Rakyat usai menandatangani kesepakatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Curug. Pernyataan lurah tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para peserta Musrenbang yang hadir.
Menurut Bunda Rahma, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan wilayah akan mempermudah pelaksanaan pembangunan, baik infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia.
“Jika seluruh stakeholder wilayah bergerak bersama, maka pembangunan akan lebih mudah dilaksanakan dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, pembangunan di Kota Depok akan dimulai dari tingkat RW dan RT. Kebijakan ini bertujuan agar program Wali Kota Depok dapat terserap secara optimal, termasuk alokasi anggaran sebesar Rp300 juta per RW.
“Penganggaran tetap berdasarkan usulan kegiatan dari wilayah. Dengan pola ini, kami berharap pembangunan berjalan tepat sasaran,” jelasnya.
Bunda Rahma menambahkan, pada tahun 2026 pembangunan infrastruktur di Kelurahan Curug tetap menjadi prioritas. Program tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, sumur resapan, lubang biopori, lampu penerangan jalan umum, serta fasilitas posyandu di wilayah.
Ia berharap hasil Musrenbang ini dapat menjadi dasar perencanaan yang kuat demi mewujudkan pembangunan Kelurahan Curug yang merata dan berkelanjutan. vero








