LANDAK, HR — Kepala Desa Sebatih, Patrik Hariadi, meminta perusahaan yang beroperasi di desanya agar bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang semakin parah. Permintaan ini khusus ditujukan kepada perusahaan perkebunan, seperti PT Jarum dan PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) yang berlokasi di Desa Pancur, Kecamatan Sebangki.
Menurut Patrik, jalan berlubang tidak hanya menghambat mobilisasi warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Kami meminta perusahaan menyesuaikan kapasitas kendaraan dengan kelas jalan dan segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Jalan yang kerap dilalui kendaraan perusahaan adalah Jalan Pahauman–Saham–Jan, dengan batas muatan maksimal sekitar 8 ton. Namun, sejumlah kendaraan bermuatan alat berat diperkirakan mencapai ±40 ton tetap melintas di jalur tersebut. “Pagi tadi sekitar pukul 10.42 WIB, truk bermuatan berat kembali melintas di Dusun Tolong, tepat di depan rumah Kepala Dusun Tolong, Pak Iwan Susanto. Kondisi ini jelas bertentangan dengan aturan kelas jalan,” tegas Patrik.
Ia menambahkan, aktivitas kendaraan bermuatan berlebih diduga telah berlangsung berulang kali dan menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Patrik berharap pihak perusahaan maupun instansi terkait mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami minta ada tanggung jawab dan itikad baik dari perusahaan. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak PT Gemilang Sawit Kencana (GSK) melalui pesan WhatsApp kepada manajer bernama Ramadhan belum mendapat tanggapan resmi. lp








