17 Kota/Kabupaten Adopsi Sistem Aplikasi Pelayanan Publik Kota Tangerang

oleh -190 views
TANGERANG, HR – Sebanyak 17 Pemerintah Kota dan Kabupaten di Indonesia akan mengadopsi konsep smart city Kota Tangerang melalui aplikasi pelayanan publik berbasis web dan Android. Hal ini dicanangkan melalui penandatanganann MoU Tangerang Smart City Partership di Gedung Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (20/9/2016).
Ke-17 daerah tersebut diantaranya di kawasan Provinsi Banten seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangsel, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Selain itu ada juga Kota Makasar, Kota Batam, Kota Bantaeng, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Bangka Selatan.
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, dengan kerja sama ini, ke 17 pemerintah daerah akan mendapatkan seluruh aplikasi yang digunakan Pemkot Tangerang secara gratis. Aplikasi tersebut dapat digunakan dalam peningkayan pelayanan publik atau memanage kinerja internal pegawai.
“Kita juga akan melakukan pendampingan daerah yang mau pakai aplikasi kita dan jika aplikasinya dirasa masih kurang bisa saling melakukan perbaikan, sehingga bisa update sama-sama,” katanya.
Selain itu, kata Arief, Kota Tangerang juga nantinya dapat belajar aplikasi dan program dari daerah lain. Contohnya kota Malang dan Makasar yang memiliki konsel kota kreatif, itu juga akan diadopsi Kota Tangerang.
“Dari pada daerah membangun dari nol, lebih baik tinggal pakai langsung aplikasi yang sudah ada,” ujarnya.
Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri menangatakan, saat ini Kota Tangerang memiliki 158 aplikasi, contohnya aplikasi Tangerang Live yang menggabungkan berbagai aplikasi yang sudah ada seperti Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA), Pencaker (Pencari Kerja), daftar harga bahan pokok di pasar dan juga kumpulan berita tentang Kota Tangerang.
“Kita selalu membuat aplikasi tiap dua minggu sekali dan menyempurnakan aplikasi yang sudah ada supaya dapat lebih mempermudah kinerja, terutama dalam pelayanan publik,” jelasnya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku sangat membutuhkan aplikasi tersebut dalam mendekatkan dan mempercepat pelayanan mengingat proses birokrasi masih di daerahnya masih terlalu panjang. “Saya berharap Pandeglang juga bisa lebih maju dan menjadi mart city,” pungkasnya. haryo


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan