Waktu Pembagian Bansos Dinilai Kurang Tepat

oleh -305 views
oleh

SUKABUMI, HR – Kendati seruan untuk menghindari kerumunan massa gencar dilakukan oleh pemerintah dalam rangka upaya pencegahan sebaran Covid-19, namun masyarakat seolah abai dengan bahaya yang tengah mengintainya, hal itu terbukti dengan tetap ramainya pasar dan pusat perbelanjaan lainnya oleh warga yang hendak berbelanja.

Seperti yang tampak di beberapa departemen store dan pasar di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, jelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, meski tanpa perlindungan diri maksimal, tanpa rasa khawatir, masyarakat tetap berbondong – bondong mendatangi pusat perbelanjaan, padahal wilayah Palabuhanratu dinyatakan masuk dalam zona merah Covid-19.

“Kondisi ini menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan masyarakat, salah satunya dari Ketua Fraksi Gerindra, DPRD kabupaten Sukabumi,” usep Wawan.

Dia menilai, kejadian ini tidak terlepas dari kurang tepatnya waktu pembagian bantuan sosial dari pemerintah, baik pusat, propinsi maupun daerah, yang terlalu mepet ke akhir Bulan Ramadhan, sehingga menurut Usep, masyarakat seolah dimodali agar bisa berbelanja untuk memenuhi kebutuhan berlebaran.

“Waktu pembagian bansos kurang tepat, sehingga masyarakat merasa seolah dimodali untuk membelanjakan bantuan yang diterimanya untuk memenuhi kebutuhan lebaran,” katanya, Sabtu (23/05/20) via sambungan telepon selular.

Menanggapi hal ini Usep mengaku hanya bisa menghimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan SOP Kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah, “Tetap waspada, paling tidak gunakanlah masker saat berada diluar rumah, kemudian bersihkan diri, mandi bila perlu ketika tiba dirumah,” tambahnya.

Demikian halnya dengan Sholat Ied yang menurut informasi warga Palabuhanratu tetap akan melaksanakannya di Mesjid Agung, Usep meminta jamaah untuk selalu mengenakan Alat Perlindungan Diri (masker) agar terhindar dari resiko terpapar Virus Corona. ida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *