Wagub DKI Panen Bawang Merah di Jakbar

oleh -177 views
JAKARTA, HR – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengunjungi perkebunan bawang merah untuk berpanen bersama petani dan penyuluhan di kelurahan Semanan, Kalideras, Sentra Flora dan Fauna Jakarta Barat, Rabu (16/12).
Wagub DKI saat panen bawang merah
di Sentra Flora Semanan.
Kita mempunyai banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan bisa untuk bertanam dan berkebun, bisa untuk pertanian seperti di Semanan ini. Kota Jakarta, dikenal sebagai kota industri, tetapi ternyata bisa juga untuk pertanian.
“DKI Jakarta bisa menghasilkan bawang merah, kualitasnya bagus dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare. Modal pertama hanya Rp 70 juta, dalam waktu dua bulan bisa mengasilkan Rp 140 juta sekali panen, dua kali lipat. Hasil panen ini dibeli oleh PD Pasar Jaya,” ujar Djarot.
Lebih jauh Djarot menjelaskan, dengan lahan pertaninan 1,5 hektare, dan untuk sayur ada 30 hektare. Artinya lahan ini sudah bisa berproduksi, seperti bawang merah ini yang langsung di distribusikan ke PD Pasar Jaya, bisa dibeli juga di Cipinang.
“Kita mesti menekan betul tingkat inflasi di Jakarta. Kuncinya pada stabilisasi harga di pasar Kramat Jaya dan PD Pasar Jaya. Dan musuhnya adalah para tengkulak, mafia-mafia itu yang (rantainya) kita usahakan diputus,” jelas Djarot.
Tentang kebutuhan pupuk, Djarot mengatakan dia meminta kepada Dinas Kelautan dan Pertanian, namun ke depan harus diubah dengan menggunakan pupuk organik.
Kita ubah pupuk organik dan tidak ada pupuk kimia. Sampah kita olah dengan kerja sama dengan Dinas Kebersihan. Ada banyak sampah organik yang bisa jadikan pupuk. Pupuk ini bisa diberikan kepada Dinas Pertanian dan dibagikan ke petani. Bagimanapun juga hasil pertanian organik jauh lebih unggul, dan harganya baik ketimbang non organik.
“DKI Jakarta masih ada petani yang baik dan kreatif. Para penyuluh pertanian juga saya minta agar RTH digunakan untuk hal yang produktif, jangan terlantar. Lahan di Jakarta mahal, manfaatkan betul-betul untuk hal yang produktif,” tutup Djarot. didit/kornel

Tinggalkan Balasan