Tinjau Bencana Banjir Bandang di Purbatua

TAPUT, HR – Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan tinjau secara langsung bencana alam banjir bandang Sungai Mahansan di Desa Sitolu Bahal Kecamatan Purbatua. Dalam kunjungannya, Bupati sekaligus mengikuti kebaktian Jumat Agung memperingati hari kematian Tuhan Yesus Kristus di Gereja HKI Siugas Julu.
Usai kebaktian, Bupati Taput dan rombongan meninjau secara langsung lokasi desa yang tertimpa musibah. Bupati Taput menyerahkan bantuan berupa beras 2 ton dan bantuan dana sebesar Rp 3 jt per KK.
“Begitu saya dapat kabar semalam, saya langsung terjun ke sini, ingin melihat langsung kondisi masyarakat di sini usai diterjang banjir bandang. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa. Tetapi kita harus merenung kenapa peristiwa ini sampai terjadi. Kita biasakan membersihkan lingkungan kita, parit-parit di depan rumah agar tidak terjadi sumbat,” ujar Bupati mengawali sambutan.
Selanjutnya, Bupati menyampaikan bahwa kondisi yang diakibatkan banjir bandang ini akan segera dinormalisasi. Kita akan turunkan alat berat, asal masyarakat terlebih dahulu spakat dulu untuk memperlebar sungai sampai 8 meter. Jangan ada keberatan dan ganti rugi hanya untuk menormalkan kondisi dan lebar sungai dalam mengatasi keadaan ini.
“Sebagai bantuan bagi korban bencana banjir bandang ini agar didata secara lengkap dan rinci siapa-siapa dan kerugian apa yang dialami. Saat ini, kami membawa beras 2 (dua) ton bagi para korban dan bantuan materi seberas Rp 3 juta per KK. Bantuan ini akan segera ditambahkan sampai 5 (lima) ton beras dan apabila ada rumah yang sangat rusak/hancur akan kita beri bantuan sampai Rp10 juta,” ujar Bupati mengakhiri.
Usai memberikan bantuan, Bupati Taput yang didampingi Ketua DPRD Ottoniyer Simanjuntak, para pimpinan SKPD Pemkab Taput Kepala Bappeda, Kadis PUK, Kadis Pertanian, Kadis Peternakan, Kepala BP4K, Kadis Kehutanan, Kepala Beappemas, Kaban Bencana, Kakan Ketahanan Pangan dan Kabag Humas langsung melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Siborongborong untuk mengikuti acara perayaan Jumat Agung dengan masyarakat Tapanuli Utara, khususnya masyarakat Siborongborong. ■ friska

Tinggalkan Balasan