Televisi Masih Berumur Panjang, Dukung Hari Televisi Indonesia

oleh -316 views
JAKARTA, HR – Sampai saat ini, meski usia penyiaran gambar lewat media elektronik berupa televisi (TV) sudah berusia lebih 54 tahun, namun peringatan khusus untuk hari TV belum ada.
Untuk itu insan Televisi Indonesia dan sejumlah stake holder terkait menyambut antusias adanya usulan rencana peringatan Hari Televisi Indonesia.
Hasil dari diskusi terungkap benang merah bahwa penentuan waktunya sudah diwacanakan, namun belum ada kata sepakat. Peringatan itu sendiri dinilai masih penting, kendati sebagian kecil pihak meramalkan bahwa usia model penyiaran ini segera punah digilas perubahan teknologi informasi. Tapi banyak juga yang berkeyakinan televisi masih akan berumur panjang.
Diskusi bertema “Televisi Indonesia Menjangkau Peringkat dan Manfaat” yang dibuka praktisi Industri Televisi Alex Kumara, Rabu (31/08/2016) di Gedung Film, Jakarta.
Hadir dalam diskusi ini para pemerhati dan praktisi industri televisi, antara lain Endah Hari Utari (Direktur Program MNCTV), Alex Kumara (Praktisi Televisi), Wisnuthama (Chief Executive Office NET TV), Sudarmedi serta pejabat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), seniman, budayawan, serta para Wartawan yang tergabung di Forwan (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia.
Diskusi diawali lontaran Maman Suherman selaku moderator, menyampaikan pernyataan menarik bahwa sejatinya jejak hari televisi Indonesia sudah diketahui secara jelas, yaitu antara tanggal 17 Agustus 1962 dan 24 Agustus 1962. Karena dua hari itulah siaran TVRI pertama kali mengudara.
Ia mempertanyakan apakah pemerintah ragu kalau hari televisi Indonesia diperingati,televisi bakal mati ditengah gempuran media alternatif berbasis internet.
Kekuatiran tersebut sepertinya tidak akan terjadi. CEO NET TV, Wisnuthama menegaskan industri televisi adalah industri besar. 15 tahun ke depan animo masyarakat menonton televisi masih tinggi.Meski teknologi digital makin berkembang. Budaya menonton dan pilihan konten masyarakat akan berubah. Tetapi kecenderungan masyarakat menonton televisi belum akan hilang.
Prediksi suram itu juga dibantah oleh Katrina Lubis dari lembaga Riset AC Nielsen. “Televisi sampai sekarang masih jadi pilihan menonton yang tinggi di masyarakat. Dibandingkan media lain, 94 persen masyarakat Indonesia masih nonton televisi. Mengacu pada hal tersebut , kami optimis perkembangan industri televisi masih tinggi. Media televisi sebagai sarana hiburan belum akan ditinggalkan masyarakat sampai 15 tahun ke depan,”katanya.
Senada diutarakan Direktur Program dan Produksi MNCTV, Indah Hari Utari “Kami tidak pernah takut pamor televisi meredup. Sampai 10 tahun ke depan, minimal tahun 2019, kepemirsaan televisi Indonesia masih tinggi,”sebutnya.
Berdasarkan keyakinan tersebut, maka usulan hari televisi oleh Forwan (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia, sangat penting dan tepat, karena Industri televisi masih akan bertahan lama.
Hal lainnya dalam diskusi membahas penentuan waktu dan tanggal yang tepat untuk Hari Televisi.
Dalam pemaparannya Sudarmedi menyampaikan, telah diusulkan kepada Pemerintah bahwa 1 April menjadi Hari Penyiaran. “Sudah diusulkan sejak tahun 2010. Tanggal itu didasari oleh adanya siaran perdana di Solo 16 Juli 1937,” ungkap Sudarmedi.
Meski sudah ada usulan, lanjutnya, namun perubahan masih mungkin terjadi, mengingat munculnya fakta baru,yakni radio pertama kali disiarkan tahun 1925 di Bandung.
Menurut Sudarmedi penentuan tanggal tersebut pun masih menyisakan masalah lain, yaitu apakah hari televisi mau disamakan dengan hari penyiaran atau berdiri sendiri. 
“Kami mempersilahkan pakar dan stake holder membicarakannya. Yang penting kalau tanggal 1 April ditetapkan sebagai hari penyiaran sekaligus hari televisi 1 April, atau ada peringatan hari televisi dan ada hari penyiaran.Jangan sampai bentrok dengan peringatan hari lain,”terangnya.
Turut hadir dalam diskusi ini sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dari berbagai Universitas di Jakarta.
Acara diakhiri dengan penandatanganan spanduk deklarasi Hari Televisi Indonesia oleh para peserta yang disaksikan oleh para petinggi televisi. amigo


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan