Tekan Pelajar Perokok Tim Medis Diturunkan ke Sekolah

oleh -268 views
PURWAKARTA, HR – Tak mau dibilang peraturan gertak sambal terkait larangan siswa merokok, Bupati Purwakarta akhirnya menurunkan tim medis ke setiap sekolah untuk memeriksa siswa perokok aktif.
Alhasil, dalam pemeriksaan itu terjaring beberapa siswa dalam tiap kelasnya yang dinyatakan positif perokok aktif. Seperti pemeriksaan yang digelar di Kelas XII.A.4, SMAN 3 Purwakarta. Tak terkecuali pelajar perempuan yang dinyatakan positif perokok jenis sheesha yang marak akhir-akhir ini.
Menurut Dedi, peraturan itu dibuat bukan hanya diberikan pemahaman dan sekedar pencegahan terhadap siswa. Tetapi harus tersistematis dibuat pola kerja semacam ini, termasuk memberikan sanksi kepada siswa bersangkutan.
“Jadi nanti tim medis berkala memeriksa siswa tiap bulan. Kalau masih membandel, diberi peringatan termasuk memanggil dan membuat pernyataan orangtua. Evaluasi akhir itu bulan April tahun depan kita beri sanksi siswa bersangkutan tak naik kelas,” tegas Dedi.
Peraturan bupati (perbup) larangan siswa merokok ini tercover dalam perbup No. 69 tahun 2015 tentang pendidikan berkarakter, termasuk dalam larangan penggunaan sepeda motor yang sudah berjalan sejak bulan lalu.
Tak sampai diperiksa saja. Rencananya, Dedi akan membuat kelas khusus bagi siswa perokok. Selain proses belajar mengajar, kelas khusus ini juga berfungsi untuk merehabilitasi para pecandu rokok dan sheesha. Perlindungan kesehatan bagi pelajar adalah tujuan dari pelarangan ini.
Terkecuali itu, terhadap pedagang rokok dan sheesha yang nyata-nyata menjual barangnya kepada pelajar, Dedi akan menutup dan mencabut izin usahanya.
Alasan klasik pun muncul diantara pelajar yang merokok ini. Dimas Trilaksono (16), Pelajar kelas XI ini beralasan jika dirinya merokok sejak masuk SMA dikarenakan ikut-ikutan temannya.
“Awalnya ikut-ikutan Pak, nongkrong bareng temen. Nah disitu kadang pada nge rokok, kadang juga sheesha. Kalau ada larangan seperti ini ya jelas berhenti takut gak naik kelas,” terangnya.
Peraturan dan pemeriksaan perokok pelajar ini tak hanya untuk jenjang SMA, tetapi seluruh jenjang sejak SD akan dilakukan. Efektif Oktober bulan depan, Dedi akan menurunkan tim medis lebih banyak untuk memeriksa. Termasuk tim terpadu perbup pendidikan berkarakter yang melibatkan unsur TNI, Kepolisian, Satpol PP, dinas pendidikan dan tim dokter. ■ petrus

Tinggalkan Balasan