Sekda Gowa Kunjungi Kampung KB

oleh -951 views

GOWA, HR – Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis, monitoring pencanangan Kampung KB yang terletak di Desa Bili-bili Kecamatan Bontomarannu, Dusun Saritene, Sabtu (3/2).

Sekda mengatakan, Kedatangannya kali ini bertujuan memonitoring pencanangan Keluarga Berencana sejak diresmikannya Kampung KB di desa tersebut.

“Jadi kita ke sini untuk melakukan monitoring progres sejak pencanangan beberapa bulan lalu Kampung KB,” ungkapnya.

Menurutnya, dari 19 Desa yang dicanangkan untuk diadakannnya Kampung KB yang tersebar di 18 kecamatan itu, pihaknya akan lebih berfokus pada dua desa yakni Bili-bili dan Balasuka Tombolopao.

“Kita fokus untuk dua desa, pikiran kita agar energi ini tersebar kemana-mana dengan membina dua desa yang sudah ada, agar dapat menjadi contoh bagi kampung lainnya, dan ternyata progres dari dua desa ini terhadap penilaian provinsi bahkan tingkat pusat sangat baik untuk dicontoh, makanya kita turun langsung untuk melihat,” tambahnya.

Tak hanya itu, Kampung KB ini juga menjadi latar film durasi pendek yang dilakukan BKKBN pusat melalui jumppapkins yang sudah meninisiasi untuk membuat film durasi pendek.

“Tadi kita juga dimintai tanggapan selaku pemerintah daerah dengan latar permandian ini terkait apa yang dikembangkan di sini oleh adanya film durasi pendek ini,” lanjutnya.

Melalui Kampung KB ini, mantan Ketua Bappeda itu berharap mampu meminimalisir kemiskinan.

“Syarat Kampung KB itu kan kelompok yang rentan miskin dan cenderung kumuh. Nah, dengan ini kami berharap bisa betul-betul mengangkat kelompok yang rentan miskin itu, dan menyadari agar mampu keluar dari keterpurukan, seperti program asi eksklusif, senam lansia, usaha mikro kecil agar pendapat perkapita kita juga naik,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Bili-bili, Irwan Hana juga berharap dengan adanya Kampung KB ini dapat merubah pola pikir masyarakat setempat

Loading...

“Kami selaku pemerintah desa pastinya sangat menharapkan dengan adanya program keluarga berencana bisa merubah pola pikir warga agar bisa mengurangi penduduk miskin dengan merencanakan maksimal dua anak dalam keluarga saja,” tutup Irwan. kartia

Tinggalkan Balasan