SDN Kelapa Dua 01 Pagi Jakbar Ciptakan Pocil

oleh -229 views
JAKARTA, HR – Proses pencerdasan tidak melulu mencekoki anak didik dengan sejumlah ilmu pengetahuan. Artinya keseimbangan kecerdasan emosi yang dibarengi dengan pendidikan kesehatan harus dijalankan dengan benar. Proses pembudayaan hidup bersih, jujur dan bermental juara di kalangan siswa harus terus dilakukan melalui berbagai kegiatan. 
Nurhasah SPd
Menanggapi pentingnya hal tersebut Nurhasanah S Pd mengagendakan program peningkatan mutu SDN Kelapa Dua 01 Pagi Jakarta Barat. Patut disadari umumnya siswa tidak mengetahui untuk menentukan proses pelatihan bakat yang ia ikuti namun seiringnya waktu berjalan dengan rajinnya siswa mengikuti program pengembangan diri, maka siswa tersebut dapat menentukan standar bakatnya. 
Dan dengan bekal yang siswa peroleh pada program pengembangan diri siswa menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan bakat yang dimiliki. Guru selaku pemegang kendali dalam proses pembelajaran harus memiliki perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian terhadap setiap siswa.
Dalam perencanaan setiap kegiatan yang dilakukan harus ditujukan pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini siswa mampu mengembangkan dirinya melalui berbagai kreativitas dan bakat yang dimiliki. Disinilah maka peran guru untuk merencanakan suatu bentuk strategi yang dapat menjadi wadah bagi para siswa dalam mengembangkan bakat dan kreativitas siswa. 
Pemikiran ini diwujudkan dalam rencana kerja sekolah melalui formal kegiatan eskul. Hasilnya antara lain Juara I Pocil (Polisi Cilik) tingkat DKI Jakarta, Juara 3 Tingkat Jabodetabek, dan prestasi – prestasi lainnya. 
Pocil SDN Kelapa Dua 01 Pg
mengalungkan bunga kepada
Jenderal Kapolri Tito Karnavian 
Untuk Pocil sering diundang untuk acara-acara kegiatan Kepolisian. Berbekal program sekolah yang telah disusun maka terciptalah sebuah energi yang kuat dalam mengusung visi terwujudnya manusia yang beriman dan bertaqwa, terampil, cerdas, berkualitas mandiri dan kompetitif. 
Misi dari sekolah ini antara lain adalah melaksanakan peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membiasakan disiplin waktu belajar utnuk mendapatkan hasil yang optimal, melaksanakan KBM aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler.
Mengacu pada misi tersebut maka sekolah telah melakukan pembiasaan-pembiasaan yang antara lain adalah mengadakan tadarusan (Pembacaan Alquran surat-surat pendek) setiap harinya sebelum proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang sistem pembelajarannya masih menggunakan KTSP, setelah itu menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 
Nurhasanah yang dibantu oleh 16 guru, 2 orang guru agama, 2 orang penjaga sekolah dan dibantu oleh pelatih-pelatih eskul yang handal terus bersinergi, bekerja keras untuk mencapai prestasi-prestasi dibidang akademik maupun non akademik. jm


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan