RKB SDN 59 Siau Dalam, Tak Layak

oleh -272 views
TANJABTIM, HR – Ruang Kelas Belajar (RKB) di SDN 59 Siau Dalam, Kab Tanjabtim, telah usang tak layak bagi para murid sekolah itu. Sekolah itu dibangun atas swadaya masyarakat Desa Siau Dalam di tahun 2006. Bahan bangunan mengambil dari bahan bangunan sekolahan yang ada di Parit 3 di desa itu.
Pembangunan SDN 59 Siau Dalam adalah atas partisipasi masyarakat yang mempunyai niat dan kemauan tinggi terhadap dunia pendidikan bagi anak-anak Desa Siau Dalam. Swadaya tanpa bantuan dari pemerintah kabupaten atau dinasi pendidikan Tanjabtimur. Hingga selesai dan anak-anak desa pun mulai bersekolah.
Namun sekarang, memasuki 9 tahun usianya, keadaan dan kondisi bangunan SDN 59 Siau Dalam ini sangat menyedih karena terlihat tidak layak lagi bagi siswa belajar di SD tersebut. “Kondisinya dapat membahayakan anak didik yang belajar di sekolah tersebut,” ujar seorang warga.
Pantauan HR saat turun ke lokasi SDN 59 Siau Dalam, pada tahun 2006 sekolah ini pernah mendapat dana alokasi kegiatan (DAK), di tahun 2008 sekolah ini mendapatkan bangunan RKB baru sebanyak 3 lokal hingga bertambah menjadi 6 lokal. Di tahun 20014 mendapatkan bantuan pembangunan fisik untuk ruangan kantor.
SDN 59 Desa Siau Dalam memiliki siswa sebanyak 76 orang dengan tenaga pengajar 11 orang pendidik, terdiri 1 kepala sekolah (Omstembertnart SP d) 7 tenaga pegawai negeri sipil, dan 3 pegawai honor. Para pendidik di sekolah itu, sampai saat hanya terus berharap menanti perhatian pemerintah kabupaten dan dinas terkait dikbud Tanjabtim untuk bantuan RKB, maubeleir, sarana olahraga dan kesenian, lapangan upacara, WC (sanitasi), serta rumah dinas untuk tenaga pengajar.
Beberapa guru PNS di sekolah itu sangat mengeluhkan minimnya fasilitas sekolah yang berada di desa-desa seperti SDN 59 Siau Dalam, jauh dari hiruk pikuk pembangunan kota atau kabupaten. Selain RKB yang tak layak pakai, para guru meminta perhatian rumah dinas guru yang kondisinya pun sama dengan sekolah, tak nyaman lagi untuk ditempati. ■ ardiansyah

Tinggalkan Balasan