Ritual Wara Pemberangkatan Roh Leluhur akan Diadakan di Desa Hajak

MUARA TEWEH, HR – Ritual Wara merupakan acara pemberangkatan roh leluhur oleh umat Hindu Kaharingan Kab Barito Utara, ritual Wara ini biasanya diiringi dengan bunyi-bunyian musik dan tarian tradisional, biasanya berlangsung bisa satu sampai dua Minggu, tergantung keinginan dan kemampuan yang punya acara ataupun hajatan.

Sariono, Kepala Desa Hajak, Kab Barito Utara, Kalimantan Tengah, menjelaskan, bahwa wara membutuhkan persiapan yang matang karena perlu biaya yang lumayan besar.

“Seperti ketersediaan ternak kerbau yang akan disembeli untuk kegiatan, babi ataupun ayam, beras dan ketan, semuanya itu untuk keperluan kegiatan serta konsumsi makan seluruh warga ataupun undangan yang hadir. Makanya sebelumnya seluruh keluarga pihak penyelenggara Wara akan berunding, berembuk dan bermufakat untuk tata cara dan anggaranya,” kata Sariono, Minggu (16/06/2019).

“Karena wara merupakan acara pemberangkatan roh leluhur nantinya akan ada bunyi-bunyian dan tari-tarian tradisional, serta pembuatan Patugur (Patung) menyerupai manusia dengan diukir berbagai motif yang mengandung makna dan kemudian dikasih mantra,” ungkapnya.

Loading...

Acara ritual Wara ini akan dilangsungkan pada 1 Juli 2019, dilaksanakan selama tujuh hari, panitia acara ritual Wara nantinya mengunda unsur Muspida, unsur Muspika serta undangan lainnya. “Diharapkan acara ini akan berjalan tertib dan lancar,” tutup Sariono. mps

Tinggalkan Balasan