Rencana Dibentuk Badan Otorita Danau Toba: Bukan Tempat Kerja Timses

oleh -247 views
JAKARTA, HR – Dalam rangka menarik pendapatan negara dari sektor pariwisata dan sumber daya alam di Provinsi Sumatera Utara, Menko Kemaritiman dan Sumberdaya RI, DR Rizal Ramli, Rabu (25/5), mengadakan pertemuan dengan Gubernur Sumut dan tujuh Bupati yang memiliki akses wilayah pariwisata yang terkenal di seluruh dunia yakni Danau Toba, di Gedung Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Tekonologi (BPPT), Jakarta. Pertemuan itu bertemakan ‘Malam Budaya Menyongsong Otorita Danau Toba’.
(Ki-ka): Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga,
Ketum PPHB Se Jabodetabek Agus Naibaho, 

Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan 
Penasehat PPHB Maringan Sagala, 
berfoto bersama usai pertemuan dengan 
Menko Kemaritiman dan Sumberdaya, 
DR Rizal Ramli.
Dalam pertemuan itu, juga diundang tokoh masyarakat di tiap-tiap wilayah Kabupaten maupun yang berdomisili di Ibukota Jakarta. Salah satu tokoh Paguyuban masyarakat yang turut diundang, yakni Ketua Umum Punguan Parsahutaon Harian Boho (PPHB) Se Jabodetabek, Agus Naibaho, dan salah satu Penasehat PPHB yakni Drs Maringan Sagala.
Dalam pertemuan itu, Menteri Rizal Ramli yang membawahi empat kantor Kementerian yakni Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Pariwisata, menganggap sangat penting pertemuan tersebut, demi terekplorasinya sumberdaya alam dan pariwisata di Danau Toba.
Dengan adanya pertemuan itu, diharapkan pihaknya akan segera membuat program untuk Danau Toba menjadi Otorita Danau Toba, agar mempercepat pembangunan di kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir.
Dalam paparannya, DR Rizal Ramli mengatakan ada beberapa terobosan untuk Danau Toba agar diminati wisatawan domestic dan mancanegara, yakni: pertama, membersihkan Danau Toba dari keramba, karena keberadaan keramba berdampak pada menurunnya kualitas Danau Toba, sehingga dapat berdampak Danau Toba menjadi kotor dan bau. Namun, ungkap Menteri, hal itu dapat diatasi dengan membuat penampungan sisa makanan dibawah keramba. Dengan penampungan itu, sisa makanan dapat disedot kembali.
Kedua, membangun tol dari bandara Kualanamu ke Parapat agar bisa ditempuh dengan tempo tiga jam. Karena pada umumnya turis bila naik bus tidak suka lebih dari tiga jam ke tujuan wisata. Karena itu dibutuhkan moda akomodasi terbaik dan sarana prasarana yang dapat menempuh Danau Toba dengan tempo cepat.
Ketiga, selain sarana darat, pihaknya juga akan membangun bandara di Sibisa dekat Parapat, dan pembangunan itu dilaksanakan setelah pembangunan Bandara Silangit.
Keempat, pihaknya juga akan segera membangun pelebaran dan memperdalam Tano Ponggol, yang nantinya dapat dilintasi kapal, dan berpotensi menjadi lokasi pariwisata yang digemari turis, serta menjadi tempat kuliner di sepanjang Tano Ponggol.
Kelima, Kemenko Kemaritiman dan Sumberdaya juga akan membangun Jalan Ring Road di Pulau Samosir dan diluar Pulau keliling Danau Toba, dengan demikian para turis pun akan mudah menjangkau tempat wisata lainnya di sekitar Danau Toba dan di wilayah tujuh Kabupaten dengan mudah karena banyak akses moda transportasi, baik dari jalur darat, air/danau dan udara.
Rizal Ramli bersama para Kepala Daerah
Keenam, untuk mengenang terbentuknya Danau Toba, DR Rizal Ramli juga akan membangun semacam bioskop (IMAX) 4 dimensi, yang mengisahkan terjadinya Danau Toba 75.000 tahun lalu dengan ledakan yang sangat dahsyat dan menggemparkan dunia. Dengan demikian, para turis pun tidak hanya dihibur dengan keindahan Danau Toba, namun juga menambah pengetahuan tentang sejarah Danau Toba.
Dalam acara itu, beberapa pejabat kepala daerah turut hadir diantaranya, (Plt) Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Bupati Karo Terkelin Braahmana, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Dairi Johnny Sitohang Adinegoro, Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.
Sementara itu, Agus Naibaho bersama Drs Maringan Sagala, mengatakan, bahwa pada dasarnya rencana yang akan dilaksanakan Kemenko Kemaritiman dan Sumberdaya sangat baik, dan harus didukung oleh seluruh masyarakat yang bernaung di tujuh Kabupaten tersebut, termasuk para tokoh daerah setempat yang berdomisili di daerah lain.
“Yang terpenting, Badan Otorita Danau Toba jangan dijadikan sebagai wadah politik atau tempat penampungan tim sukses. Pilihlah para pengasuh Otorita Danau Toba yang berkredible dan memiliki keahlian di bidang-bidang yang dibutuhkan. Jangan pilih yang ahli korupsi dan memiliki track record buruk di masyarakat,” ujar Agus Naibaho yang juga Pimpinan Umum Surat Kabar Harapan Rakyat Jakarta.
Penasehat PPHB, Maringan Sagala, menambahkan bahwa khusus Kecamatan Harian Boho sangat mendukung program Menteri Rizal Ramli. Menurut mantan pejabat di Pemprov DKI Jakarta, program Kemenko Kemaritiman dan Sumberdaya RI merupakan terobosan yang baik dan harus didukung oleh masyarakat Kabupaten Samosir. tim/k

2 thoughts on “Rencana Dibentuk Badan Otorita Danau Toba: Bukan Tempat Kerja Timses

  1. Rencana dibentuk otorita danau toba sangat didukung warga Samosir dan kabupaten lainnya. Dan warga berharap bahwa otorita danau toba itu bukan lapangan kerja bagi tim sukses kepala daerah atau kepala pemerintah atau jatah kursi. Tempatkan individu yg kredibel, bertanggungjawab, transparan dan memiliki visi misi mengembangan danau toba tanpa merusak budaya dan alamnya.

  2. Rencana dibentuk otorita danau toba sangat didukung warga Samosir dan kabupaten lainnya. Dan warga berharap bahwa otorita danau toba itu bukan lapangan kerja bagi tim sukses kepala daerah atau kepala pemerintah atau jatah kursi. Tempatkan individu yg kredibel, bertanggungjawab, transparan dan memiliki visi misi mengembangan danau toba tanpa merusak budaya dan alamnya.

Tinggalkan Balasan