SUKABUMI, HR — PPSD KEBTKE Kementerian ESDM bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi menggelar Pelatihan Teknis Pemanfaatan Langsung Panas Bumi bagi aparatur pemerintah dan penanggung jawab lapangan lokasi mata air panas di Kabupaten Sukabumi.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di wilayah Selabintana itu diikuti 20 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pengelola lokasi wisata air panas.
Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi energi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pelatihan itu sejalan dengan komitmen PPSDM KEBTKE dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor energi baru dan terbarukan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi aparatur dan pengelola wisata air panas dalam pemanfaatan langsung energi panas bumi,” ujar Dani Tarsoni, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Subkoordinator Kerja Sama PPSDM KEBTKE, Endah Heliana, dan menghadirkan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Pengembangan SDM dan Kewirausahaan, Benny Indra Batubara, sebagai narasumber.
Materi pelatihan mencakup regulasi, teknis pemanfaatan panas bumi, keselamatan kerja, perizinan, hingga praktik lapangan seperti uji sampling dan verifikasi Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Endah Heliana menjelaskan pelatihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas SDM agar mampu mengelola potensi panas bumi secara langsung guna mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Benny Indra Batubara menegaskan pemanfaatan energi panas bumi memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan pengembangan usaha masyarakat.
“Panas bumi tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” jelas Benny.
Ia menambahkan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi panas bumi strategis di kawasan Gunung Salak, Gunung Halimun, hingga Kawah Ratu yang dapat dikembangkan untuk sektor pariwisata, pertanian, UMKM, dan industri kecil menengah.
Kepala Desa Wangonsari, Kecamatan Cisolok, Jonny, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru dalam pengembangan wisata air panas berbasis energi terbarukan.
Ia berharap keberadaan Sertifikat Laik Operasi di destinasi wisata air panas mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan berdampak positif terhadap UMKM serta perekonomian masyarakat sekitar. ida








