SUKABUMI, HR — Sebanyak 150 santri Ponpes Modern Dzikir Al-Fath resmi diberangkatkan ke Antalya, Turki, untuk mengikuti program magang kerja di sektor perhotelan mulai Maret mendatang.
Pimpinan pesantren, Kyai Fajar Laksana, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama dengan jaringan hotel berbintang internasional di Turki. Program bertujuan memberikan pengalaman global sekaligus menyiapkan santri bersaing di kancah internasional.
“Program ini semacam PKL tapi keluar negeri. Selama tujuh bulan di Turki, mereka akan kembali ke pesantren untuk persiapan kerja ke Jepang, Kuwait, Dubai, bahkan Mekkah dan Madinah,” ujar Kyai Fajar usai pembekalan santri di Aula Ponpes Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi.
Para peserta telah melalui proses seleksi dan wawancara dengan lima perusahaan mitra di Antalya. Selama magang, mereka bekerja sekaligus belajar di hotel berbintang dan memperoleh sertifikat kerja berstandar internasional.
Seluruh peserta menerima beasiswa penuh selama pendidikan di pesantren, termasuk biaya pelatihan, makan, dan asrama. Biaya keberangkatan difasilitasi melalui pinjaman bank yang dijaminkan langsung oleh Kyai Fajar, yang akan dicicil santri dengan gaji dari magang.
Setelah tujuh bulan magang, para santri menjalani umrah singkat sebelum kembali ke Indonesia. Selain 150 santri ke Turki, 14 santri berangkat ke Jepang, dan 3 santri ke Mekkah untuk bekerja di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kyai Fajar menegaskan, “Mereka bukan pembantu rumah tangga, tapi pelayan Masjidil Haram dan Nabawi. Ini kebanggaan besar bagi kami.”
Kyai Fajar menegaskan, pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar lembaga pendidikan agama. “Pesantren harus bisa bikin yang miskin jadi maju, yang nganggur jadi kerja,” ujarnya. Ia juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja agar pesantren aktif mengatasi pengangguran, termasuk membuka peluang bagi lulusan umum melalui LPK Al-Fath, meski tanpa beasiswa penuh.
Program magang luar negeri ini membuktikan pesantren mampu mencetak ulama sekaligus tenaga profesional berdaya saing global. Kyai Fajar menegaskan, “Dulu santri dikenal cuma bisa ngaji. Sekarang santri bisa kerja di hotel internasional. Inilah wajah baru pesantren modern.”
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengapresiasi langkah pesantren. Menurutnya, upaya ini menerapkan ajaran Al-Qur’an tentang bekerja dan mencari karunia Allah. “Ini sesuai Surah Al-Jumuah ayat 10: bertebaranlah kalian di muka bumi untuk mencari karunia Allah,” ucapnya.
Sementara itu, Dr. Endi Suhendi Zen, MA, Kasubdit Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal Direktorat Pesantren, mengatakan pihak Kementerian Agama sangat merespon dan mengapresiasi program ini. Ponpes Dzikir Al-Fath menyediakan pendidikan dari tingkat dasar hingga tinggi, termasuk berbagai life skill, sehingga alumni pesantren terbukti tidak menganggur dan siap menghadapi dunia kerja melalui program internasional. ida








