Perdana Adakan Peragaan Manasik Haji di Sekolah

oleh -904 views
oleh
Yayasan Dakwah & Pendidikan Islam Qaryah Thayyibah Perdana Adakan Peragaan Manasik Haji di Sekolah.

JAKARTA, HR – Yayasan Dakwah & Pendidikan Islam Qaryah Thayyibah pagi tadi telah melaksanakan rangkaian kegiatan peragaan Manasik Haji yang diikuti oleh seluruh siswa mulai dari PG,TK, SD, SMP dan SMK Bina Insan Mandiri.

Sejak pukul 07.30 wib peserta manasik Haji sudah berkumpul di halaman Sekolah. Para siswa mengenakan pakaian serba putih. Setelah membacakan niat haji lalu melaksanakan wukuf. Wukuf selesai, masing–masing kloter bergerak untuk melempar jumroh. Kemudian para peserta bergerak kembali untuk memutari miniatur Ka’bah (Tawaf). Selesai melaksanakan tawaf, peserta berlari–lari kecil (Sa’i) lalu berlanjut bertahallul (bercukur). Demikian rangkaian acara peragaan manasik Haji di sekolah Bina Insan Mandiri (BIM).

Saat ditemui HR, Husni Malik, SH.M.M selaku Kepala Pendidikan Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam Qaryah Thayyibah mengatakan bahwa dirinya merasa puas dengan pelaksanaan peragaan manasik haji karena berjalan lancar, tertib, rapi dan khidmat serta cuaca cukup mendukung. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengamalkan teori yang sudah diajarkan agar siswa termotivasi untuk bisa melaksanakannya bila sudah wajib Haji. Harapan Kepala Yayasan dengan adanya kegiatan peragaan manasik haji ini disamping menanamkan iman taqwa kepada peserta didik karena sudah melaksanakan dengan ikhlas dalam prakteknya syiar untuk anak–anak syiar untuk masyarakat sekitar, syiar untuk orang tua siswa bahwa kegiatan ibadah betul–betul ditanamkan dan karakter anak-anak Bina Insan Mandiri menjadi karakter islami.

Di tempat yang sama Dra. Dyah Nurcahyani penanggung jawab kegiatan Manasik Haji menerangkan kegiatan berlangsung untuk semua unit. Masing-masing unit dibagi beberapa kloter. Unit TK ada 1 kloter, SD ada 12 kloter, SMP 5 kloter, SMK 6 kloter (kelas XII). “Peragaan manasik Haji kali ini adalah perdana diadakan di Sekolah, sebelumnya bergabung dengan sekolah–sekolah lain dan bertempat di luar,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kurikulum ciri khas keislaman. Karena kegiatan ini perdana berada di lingkungan sekolah, harapannya untuk tahun–tahun berikutnya akan terus dilakukan pembenahan terutama dari segi pelaksanaannya supaya lebih baik lagi. jm

Tinggalkan Balasan