Peran Banser Sorong dalam Menangkal Berita Hoax, Menjaga Keamanan dan Kedamaian

Peran Banser Sorong dalam Menangkal Berita Hoax, Menjaga Keamanan dan Kedamaian.

AIMAS, HR – Siapa yang tidak kenal “Banser” yang merupakan singkatan dari Barisan Ansor Serba Guna bentukan Nahdlatul Ulama (NU) ?.

Ya, organisasi ini tidak pernah absen menjadi barisan terkuat, tersolid, agamis, dan memiliki struktur organisasi yang sangat lengkap di kalangan masyarakat Indonesia dengan jiwa korsa masing-masing anggotanya yang sangat tinggi, jika di kalangan Pemerintahan, Aparat TNI-Polri merupakan tangan pemerintah, maka dalam lingkup masyarakat, Banser selalu diperhitungkan.

GP Ansor Kabupaten Sorong merupakan Ormas di Kabupaten Sorong yang aktif dalam mendukung program pemerintah diantaranya mendukung penanganan Covid-19 dengan membentuk Tim Relawan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, mengadakan kegiatan kajian keagamaan, dan program Kaderisasi/Pelatihan dengan semangat nasionalisme. Adapun anggota Banser GP Ansor Kabupaten Sorong  40% adalah OAP yang berasal dari Suku Kokoda dimana anggota tersebut pernah berperan dalam membantu Apkam mendamaikan masyarakat Kabupaten Sorong pada saat terjadi Aksi Kerusuhan di Papua Barat pada Agustus 2019.

Dikutip dari akurat.co.id, jumlah anggota Banser se-Indonesia pada tahun 2019 mencapai 7 (tujuh) juta anggota, dimana di Provinsi Papua Barat sendiri saat ini (tahun 2020) jumlahnya mencapai 700 anggota (350 anggota di Kabupaten Sorong).

Kekompakan dan jiwa korsa anggota Banser tidak diragukan lagi, dimana dalam setiap tugas dilapangan selalu mengutamakan kebersamaan, toleransi, keamanan, dan selalu berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Persatuan di Tubuh Banser terlahir atas adanya pola kaderisasi yang sedemikian rupa yang memungkinkan terjadinya pertemuan Kader dari seluruh Indonesia sehingga terjalin jiwa korsa yang erat. Apabila satu anggota Banser disuatu daerah disakiti, maka anggita Banser lainnya akan bereaksi dan ikut merasakan.

Menyikapi perkembangan situasi yang terjadi, Banser Kabupaten Sorong kembali mengambil peran dalam menciptakan rasa aman dan damai di tengah masyarakat denga melaksanakan Deklarasi Damai yang dipimpin oleh Hamzah Edoba (Kasatkorcab Banser GP Ansor Kab Sorong) bersama 12 orang anggota, serta disaksikan langsung oleh Abdul Salam (Sekretaris PW GP Ansor Papua Barat), Ustadz Abdul (Tokoh Agama Kampung Maibo Kokoda), dan para anggota Banser GP Ansor Suku Kokoda Kab Sorong, Minggu (28/06/2020).

Berikut adalah kutipan isi deklarasi yang disampaikan :

Pada hari ini, Minggu Tanggal 28 juni 2020. Kami dari Barisan Ansor Serba Guna Kabupaten Sorong, Mendeklarasikan :

  1. Memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Mendukung penuh pemerintah pusat maupun daerah untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sorong dan Papua Barat.
  3. Menolak isu hoax dan isu isu lain yang sengaja disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah kerukunan antar masyarakat dan mengacaukan keamanan di Kabupaten Sorong dan Papua Barat.
  4. Menghimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Sorong dan Papua Barat untuk saling menghormati, menjaga kerukunan persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.
  5. menolak keberadaan kelompok-kelompok yang berusaha memisahkan diri dari NKRI serta menolak segala bentuk provokasi yang berusaha untuk mengganggu keamanan di Kabupaten Sorong dan Papua Barat.
  6. Siap menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sorong dan papua barat untuk menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Sorong dan provinsi Papua Barat.
  7. Siap sedia bersama TNI-Polri untuk menjaga keamanan di Kabupaten Sorong.
  8. Mari bersama kita menjaga Papua Barat sebagai rumah kita.
Loading...

Damai Papua Barat, Damai Indonesiaku.. NKRI Harga Mati !!!. hw

Tinggalkan Balasan