Pencairan KJP Lambat, SPP Sekolah Swasta Nunggak

JAKARTA, HR – Terlambatnya pencairandana program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dikeluhkan pihak sekolah swasta dan orang tua. Apalagi sekarang pencairan dana program KJP dibatasi hanya sebesar Rp 50.000 itu pun hanya bisa diambil pada minggu pertama dan ketiga.
“Jadi sebulan hanya Rp 100.000, walaupun besarnya dana naik, tapi tetap tidak bisa diambi semua, belumn gantrinya,” kata salah satu
orang tua yang mendapatkan dana KJP untuk anaknya yang bersekolah di SD.
Pihak sekolah swasta pun keluhkan program KJP terlambat sebab uang SPP di sekolah banyak yang belum melunasi. “Sedangkan siswa sudah mau lulus untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi,” ungkap salah satu guru swasta di Jakarta Barat.
Dirut Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan, saat ini pemegang KJP sejumlah 253 ribu orang. Adapun proses penambahan kartu sebesar 236 ribu lagi sudah mulai dilakukan dengan proses pendataan dan pembukaan rekening. “Jadi begitu dana sudah disalurkan, diharapkan semua penerima dana KJP sudah menerima. KJP berbentuk ATM Bank DKIm,” jelasnya.
Ia menyatakan sudah mempersiapkan jaringan kantor Bank DKI yang sudah tersebar di seluruh daerah Jakarta untuk dapat melayani proses pembukaan rekening dan proses pencairan dana KJP.
Guna meningkatkan kualitas pelayanan pihaknya akan melakukan penambahan tenaga frontliner dan melakukan monitoring khusus ketersediaan kas pada saat pencairan dana KJP dan menghimbau pada warga DKI untuk penarikan melalui ATM.
Diketahui bahwa penerima KJP jumlahnya naik dari tahun sebelumnya. Untuk sekolah negeri perbulannya mendapat Rp 210 ribu/bulan. Untuk SMP Rp 260 ribu/bulan, untuk SMA Rp 375 ribu. Untuk SMKN Rp 390 ribu/siswa serta PKBM sebesar Rp 210 ribu.
Sementara untuk sekolah swasta akan ditambahkan dengan SPP. Untuk SD Rp 340 ribu/bulan, SMP Rp 430 ribu /bulan SMA Rp 665 ribu /bulan, SMK Rp630 ribu/ bulan. ■ jm

Tinggalkan Balasan