Pembuatan SIM Kabupaten Tangerang Aneh Tapi Nyata

Ilustrasi
TANGERANG, HR – Pembuatan SIM lain daripada yang lain di Kabupaten Tangerang. Pada hari Senin, salah satu pelajar ingin membuat SIM C tapi persyaratannya belum lengkap, kata pendaftaran SIM kekurangannya adalah Kartu Keluarga orang tua dan foto copy KTP orang tua.
Cepat diproses praktek teori. Pada hari kedua, Selasa tanggal 8/9/2015. Pelajar tersebut datang lagi membawa persyaratan yang kurang diantaranya KTP ibunya dan kartu keluarga. Kembali disuruh lagi teori, tapi kata petugas tidak lulus. Begitu Walimurid menanyakan ke polisi begitulah hasilnya, kata polisi.
Anehnya lagi ada tiga orang pembuat SIM C diantaranya MS, M Jono dan MS mengatakan ke HR bahwa kami bertiga telah menyerahkan Rp 1.350.000,- berarti per orang Rp 450.000 nyatanya yang satu lulus bawa SIM. Sedangkan MS tidak lulus teori.
Akan tetapi, si M Jono lulus teori tapi tes praktek gagal. Setelah HR menelusuri si calo tersebut melalui HP tidak aktif. Lalu si M Jono coba hubungi HP nya lagi calo tersebut, tunggu aja di dalam. Dengan menyeletuk si calo tersebut, saya udah kasih uang ke oknum si A. Lalu HR menanyakan ke oknum si A tersebut, jawabnya udah si MS sama si M Jono sekalian si pelajar tadi masuk mengulang lagi.
Sementara, dari pihak pembuat SIM di suruh datang minggu depan. Tapi si MS sama si M Jono dan pelajar tadi mengikuti oknum A, nyatanya si pelajar tadi sama si MS dan si M Jono tetap lulus dan membawa SIM C. Si MS nyeletuk, saya menyesal, tadi si calo sebelum kasih uang Rp 450.000 per orang.
Dia mengatakan, bapak tenang saja cuma formalitas pasti lulus tiga-tiganya, kata calo tersebut. Datang lagi si M Jono kalau saya waktunya gak bisa minggu depan suruh datang lagi.
Hari ini saya sudah minta izin buat SIM C, saya kan karyawan tidak mungkin ijin lagi untuk minggu depan dari perusahaan saya. Inilah cerita pembuat SIM di Kabupaten Tangerang, seperti nyanyian, “sungguh aneh tapi nyata.” ■ ramos danu

Tinggalkan Balasan