Pelabuhan Priok Berlakukan Tarif Baru Bongkar Muat Kontainer

oleh -204 views
JAKARTA, HR – PT Pelabuhan Tanjung Priok memberlakukan tarif baru untuk layanan bongkar muat kontainer ekspor impor atau container handling charges (CHC) di fasilitas Terminal Operasi 3 Pelabuhan Priok, terhadap kapal yang sandar pada pukul 00.00 WIB mulai Kamis, 8 September 2016.
Dirut PT Pelabuhan Tanjung Priok Arif Suhartono mengatakan pihaknya sudah mengumumkan pemberlakuan tarif baru tersebut kepada para pengguna jasa Pelabuhan Tanjung Priok melalui surat 7 September 2016. “Sudah diberlakukan tarif baru di Terminal 3 Priok itu. Sebelumnya, juga sudah dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha melalui asosiasi terkait di Priok,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (8 September 2016).
Dia mengatakan saat ini tidak ada lagi perbedaan tarif CHC di terminal peti kemas yang ada di pelabuhan Tanjung Priok. “Sudah seragam tarif di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok,” tuturnya.
Pemberlakuan penyeragaman tarif CHC di Terminal Operasi 3 Pelabuhan Priok dituangkan melalui surat yang ditandatanganu Arif Suhartono selaku Dirut PT Pelabuhan Tanjung Priok No. KU.30/7/9/1/PTP-16 tanggal 7 September 2016 yang ditujukan kepada para pengguna jasa di Pelabuhan Priok.
Surat pemberitahuan tarif baru layanan bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Priok itu juga disampaikan kepada DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Jakarta Raya, DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta.
Selain itu, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) DKI, Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) DKI dan DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta.
Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Widijanto mengatakan dengan adanya penyeragaman tarif di seluruh terminal peti kemas ekspor impor di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok, hendaknya manajemen Pelindo II dan pengelola pelabuhan Priok harus juga meningkatkan produktivitas pelayanan bongkar muatnya di Terminal 3 Priok sesuai standar yang ada di JICT dan TPK Koja dan Mustika Alam Lestari.
“Kalau tarifnya sudah sama harusnya produktivitas di Terminal 3 juga bisa sama dengan di JICT dan TPK Koja yang saat ini rata-rata mencapai 26-28 boks/crane/hour (BCH). Selain itu fasilitas dan peralatan di terminal 3 juga mestinya di upgrade dari yang ada sekarang,” ujarnya.
Praktisi Kepalabuhanan yang juga General Manager PT Mustika Alam Lestari (MAL) Paul Krisnadi mengatakan saat ini pengelola pelabuhan masih merasakan sulit melakukan investasi baru untuk pengembangan karena tingginya biaya operasional. krisman


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tinggalkan Balasan