Pasca Bom Teroris di Sarinah, Industri Pariwisata DKI Berjalan Normal

JAKARTA, HR – Berkaitan aksi teror di kawasan Pusat Perbelanjaan Sarinah di Jakarta Pusat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menghimbau segenap usaha pariwisata di Jakarta tetap tenang dan senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
Catur Laswanto
“Percayakan kepada aparat keamanan untuk menuntaskan kasus ini. Bersama stake holder senantiasa akan berusaha menjaga agar iklim wisata di Jakarta tetap berjalan normal,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Catur Laswanto didampingi Kabid IP Dinasi Pariwisata, Jamhuri Androva.
Dijelaskan Catur, secara umum kejadian ini tidak berpengaruh banyak terhadap pariwisata Ibukota. Beberapa hotel yang ada disekitar lokasi kejadian menurutnya berjalan normal. Jika ada penurunan itu juga tidak signifikan.
Hotel di sepanjang JL Thamrin dan Jl Sudirman, seperti Shangri-La, Le Meridien, Mandarin Oriental, Pullman, serta Keraton at The Luxury dari pengamatan di lapangan tampak beroperasi secara normal. Sedangkan Sari Pan Pacific yang bersebelahan dengan lokasi kejadian akses jalannya ditutup sementara waktu karena untuk penyidikan dan kembali dibuka sore menjelang mahgrib.
Adapun untuk hiburan malam yang menutup total usahanya, disebutkan hanya Rush Hour, Inul Vizta Karaoke dan Masterpiece Karaoke. “Industri ini memang berlokasi sejajar dengan tempat kejadian sehingga harus steril,” ujar Kadis Catur Laswanto.
Sementara berdasarkan pemantauan dilapangan, tempat hiburan lain seperti Ilegals, Golden Crown, 1001, Sun City dan New Town serta Alexis di Ancol, tampak buka seperti biasa.
Alex Tirta, pengelola tempat hiburan Alexis kepada Harapan Rakyat, menegaskan bahwa klub hiburan yang dikelolanya tetap buka seperti biasa. Alasan tetap buka dilakukan karena sudah ada jaminan dari pihak keamanan. “Kan, Pak Kapolda sudah menjamin bahwa Jakarta sudah aman,” katanya dengan nada mantap.
Alex mengapresiasi kerja cepat aparat kepolisian dalam menumpas aksi teroris yang meresahkan warga DKI Jakarta. “Kita salut lah pada kerja kepolisian, dimana para pelakunya bisa dilumpuhkan dalam tempo cepat,” ujar Alex Tirta.
Adapun jenis usaha perjalanan wisata (travel) tidak berpengaruh sama sekali adalah biro perjalanan travel pariwisata. ASITA (Asosiasi Travel Agen) menginformasikan belum ada pembatalan perjalanan city tour. Demikian halnya dengan beberapa Mal tetap buka kecuali Mal Sarinah, karena memang diminta untuk menutup usahanya dalam rangka untuk mempermudah penyelidikan aparat.
Bukti lain Jakarta tetap aman, yakni agenda pameran seni ‘Connersation: Endles Acts in Human History’ yang menampilkan karya seniman dalam negeri Entang Witarsa dan seniman asal Auatralia Sally Smart di Galeri Nasional, tetap berlangsung pada Kamis (14/1) malam.
Begitu pun dari Angakasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno Hatta, dilaporkan juga diperoleh data tidak ada satu pun penerbangan internasional dan domestik dari dan ke Jakarta yang menunda maupun membatalkan penerbangannya.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta juga mengapresiasi, kerja aparat kepolisian dan TNI yang dengan cepat mampu mengatasi keadaan. Masyarakat yang hendak berwisata ke Jakarta diminta untuk tidak khawatir.
Berkaitan dengan kejadian ini, segenap pejabat teras dan staf menyampaikan turut berduka cita bagi para korban, sekaligus mengutuk keras aksi terorisme ini. “Jika terjadi aksi teror semacam ini yang paling terpukul pasti industri pariwisata. Seperti halnya kejadian bom Kuningan, bom JW Marriot satu dan dua beberapa waktu lalu kami akan berusaha maksimal umtuk memulihkan iklim wisata,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Catur Laswanto. ferry/kornel

Tinggalkan Balasan