Oknum Dewan Natuna Hamili Pelajar SMA

NATUNA, HR – Dunia Pendidikan Natuna dibuat geger oleh berita hubungan terlarang, antara oknum anggota DPRD Natuna berinisial AH dengan siswi kelas 2 SMA berinisial NV, yang berujung pada kehamilannya.
Ilustrasi
Meski berita hangat itu sudah sekitar 2 minggu beredar, namun masyarakat masih bertanya-tanya bagaimana kelanjutan kasus tersebut.
Menjawab pertanyaan masyarakat, Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia menggelar jumpa pers, Senin (4/4). Amazona menerangkan, surat perintah penyidikan kasus tersebut sudah di tandatanganinya. Namun untuk penyidikan oknum anggota DPRD yang diduga menghamili siswi berinisial NV, masih menunggu surat izin dari Gubernur Kepri, HM Sani. Sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 27 tahun 2009 pasal 391. Namun jika selama 30 hari tidak ditindaklanjuti gubernur, maka proses penyidikan akan tetap dilakukan.
lebih lanjut Amazona menerangkan kasus tersebut dimulai dari laporan kehilangan anak oleh orang tua NV ke Polres Natuna pada 18 Maret 2016. NV yang sehari sebelumnya masih diantarkan orangtuanya ke sekolah, ternyata seharian tidak pulang ke rumah. Dari keterangan guru di sekolah, NV meminta ijin pergi ke Kota Batam untuk menjalani pengobatan usus buntu.
“Setelah mendapat laporan, kita tanyai guru dan teman-teman NV di sekolahnya. Kemudian kita periksa daftar manifest pesawat wings air tujuan batam, ternyata tidak ada juga nama NV. Diduga dia dibantu oknum suruhan AH yang memuluskan perjalanannya dari natuna-batam dan sebaliknya,”terangnya.
Kemudian unit perlindungan perempuan dan anak langsung mencari NV di batam. Setelah keberadaan NV terlacak, dilakukanlah penyelidikan tujuan NV pergi ke batam. Dari situ diketahuilah NV bersama anggota DPRD Natuna AH selama berada di batam,”sambungnya.
Ditanya apakah betul ada tindakan aborsi dan jaringan prostitusi pelajar di natuna. AKBP Amazon mengaku sedang dikembangkan dan pendalaman.
Kadisdik Kaget
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Agus Supardi, terlihat kaget. “Kalau kabar tentang hal tersebut saya baru tahu sekarang ini. Ini pun saya mengetahui dari para media. Untuk lebih jelasnya nanti saya coba cari kebenaran informasinya, sehingga saya tidak salah bicara,”kata Agus yang baru saja meninjau hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMAN 1 Bunguran Timur, Senin (4/4).
Kepala Sekolah tempat korban menuntut ilmu yang tidak ingin disebutkan namanya, mengakui jika hal ini benar-benar sudah berada di luar pantauan pihak sekolah.
“Kami dari pihak sekolah tentunya akan membicarakan dengan orangtuanya. Pihak sekolah akan mencari solusi bagaimana hal terbaik untuk menyelamatkan masa masa depan NV. Selain itu banyak hal yang perlu dilakukan agar tidak ada kasus-kasus serupa lainnya,”terangnya. alfian

Tinggalkan Balasan