LPI 2015 Dibuka Bupati

KARAWANG, HR – Liga Pendidikan Indonesia (LPI) merupakan program kerja Disdikpora Kabupaten Karawang, Disorda Jawa Barat serta Kemenpora yang mulai dilaksanakan pada 2009 dan hingga 2015 konsisten dilaksanakan di Kabupaten Karawang.
Untuk tahun 2015, LPI kembali digelar di Stadion Singaperbangsa dan dibuka langsung dengan ceremony penyerahan bola kepada wasit pertandingan oleh Plt. Bupati Karawang dr.Cellica Nurachadiana, Senin (27/4). Turut hadir Kadisdikpora Kabupaten Karawang, Ketua KONI Kabupaten Karawang serta tamu undangan lainnya.
Menurut Kadisdikpora sebagai ketua penyelenggara menyampaikan, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang pencarian bibit-bibit pemain bola untuk mewakili Kabupaten Karawang pada even-even tingkat provinsi maupun pada tingkat nasional, dan sebagai wadah dan pembinaan bagi siswa berprestasi dalam olah raga cabang sepakbola, serta untuk memupuk dan mempererat tali silaturahmi antarsiswa di Kabupaten Karawang, khususnya yang berprestasi dalam olahraga cabang sepakbola.
Untuk peserta diikuti oleh sekolah tingkat SMA/SMK sederajat dan SMP sederajat dilingkungan Kabupaten Karawang dengan batas usia dan kelas. Adapun untuk tingkat SMA/SMK sederajat diikuti oleh 45 sekolah terdiri dari atlet sebanyak 900 orang, official dan pelatih sebanyak 225 orang.
Sedangkan untuk tingkat SMP sederajat diikuti oleh 25 sekolah terdiri dari atlet sebanyak 500 orang, official dan pelatih sebanyak 125 orang. LPI ini memperebutkan piala bergilir Bupati Karawang untuk juara 1 tingkat SMA/SMK dan SMP, piala tetap Disdikpora untuk juara 1,2 dan 3 tingkat SMA/SMK dan SMP serta uang pembinaan untuk juara 1,2 dan 3. Sistem yang digunakan dalam LPI ini adalah sistem gugur.
Dalam sambutannya Plt. Bupati menyampaikan, bahwa sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari masyarakat dan selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. “Untuk itulah sikap dan tingkah laku pemain serta wasit dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dan bersih dari cela dan cemoohan yang bisa menimbulkan pengarus negatif,” ujarnya.
Cellica berpesan agar seluruh komponen yang terlibat dalam kegiatan ini agar konsisten dengan fair flay sehingga sepakbola yang handal dan profesional. “Selanjutnya saya mengharapkan agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik, penuh semangat sportifitas yang tinggi. Kita semua harus menyadari bahwa olahraga merupakan bagian dari pembangunan bangsa,” tandasnya. ■ budi rh/jatimbul

Tinggalkan Balasan