Konsisten Perjuangkan Warga Terdampak Double Track, Teddy Setiadi : Kemen PUPR Responsif

Konsisten Perjuangkan Warga Terdampak Double Track, Teddy Setiadi : Kemen PUPR Responsif.

SUKABUMI, HR – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, terus mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemprov Jawa Barat, hingga pusat, untuk melakukan pengadaan program rumah bersubsidi bagi masyarakat yang terdampak pembangunan rel kereta api ganda (double track).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) kembali melakukan sosialisasi program bantuan pengadaan rumah di Kantor Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/06/2020).

Tenaga Ahli BP2BT Kementerian PUPR RI, Aslan saat berkunjung ke Kantor Desa Sundawenang.“Alhamdulilah aspirasi dari warga terdampak double track sudah saya perjuangkan. Kementerian PUPR sudah nyambung. Mereka sudah siap menyalurkan bantuannya. Hanya tinggal menunggu persyaratan data dari warga serta kesiapan dan dukungan dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi,” tutur Politisi Partai Gerindra itu, Sabtu (27/06/2020).

“Kita juga sudah sampaikan dalam rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sukabumi dan Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi. Saya berharap, ada sinergitas antara pemerintah dan warga agar program tersebut terlaksana dengan baik,” sambung Teddy.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Sundawenang, Wahid mengatakan, sejauh ini telah ada follow up untuk bantuan pengadaan rumah bagi warga terdampak. Tak hanya itu, pihak kementerian juga telah meminta data masyarakat yang terdampak.

“Ini berkat kerja keras kita semua dan kinerja dari Pak Teddy Setiadi sebagai anggota DPRD. Semoga program ini berjalan lancar,” terang Wahid.

Di Desa Sundawenang sendiri terdapat lebih dari 200 kepala keluarga yang terdampak pembangunan double track. Ia mengaku lega dengan hadirnya program tersebut, kendati Wahid mengaku belum mengetahui nilai dari bantuan pengadaan rumah tersebut. “Belum sampai ke angka. Tapi yang jelas, programnya ada,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Bantuan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) Direktorat Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR RI, Aslan, menegaskan, kunjungannya ke Kabupaten Sukabumi merupakan tahap awal untuk pengumpulan data warga yang terdampak.“Sebenarnya dulu tahun 2019 sudah ada data usulan yang masuk namun itu belum lengkap. Saya perlu konfirmasi sebab mungkin ada tambahan data. Sebab warga yang terdampak cukup banyak,” jelasnya.

Untuk realisasinya, Aslan mengaku belum mengetahui sebab saat ini masih tahap awal pengumpulan data. “Di program BP2BT ini kami hanya menerima data saja untuk kita uji dukcapilnya,” imbuhnya.

Ia menegaskan, Kementerian PUPR RI bekerja sama dengan bank. Sebab pihaknya hanya menangani pembiayaan uang muka untuk pengadaan rumah di pemukiman atau lainnya.“Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh pihak bank yang ditunjuk yakni Bank Tabungan Negara (BTN),” tegas Aslan.

Loading...

“Kami juga menunggu sharing dari pihak pemerintah daerah. Sebab kita sifatnya hanya pembiayaan unitnya saja. Apalagi di pemukiman itu tentu harus ada infrastruktur jalan, fasilitas umum, dan fasilitas sosial,” tandasnya. ida

Tinggalkan Balasan